Kades Puhgogor Gantung Diri

Usai Bunuh Istri dan Anak,

Suasana rumah Sapta Dandaka yang dijubeli warga Puhgogor yang menyaksikan evakuasi ketiga jenazah yang tewas mengenaskan. (Foto: Zaenal Huda)
Suasana rumah Sapta Dandaka yang dijubeli warga Puhgogor yang menyaksikan evakuasi ketiga jenazah yang tewas mengenaskan. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Sukoharjo – Tragedi memilukan membuat geger warga Sukoharjo dan sekitarnya. Khususnya  warga Desa Puhgogor Kecamatan Bendosari. Betapa tidak, Kepala Desa (Kades) setempat atas nama Sapta Dandaka (38) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. Sementara tidak jauh dari jasad yang menggantung itu, terkapar istri dan anaknya, tewas dalam kondisi mengenaskan.

Kepada wartawan Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rivai, Selasa (21/10/2014) mengatakan, sesuai laporan warga, kejadian mengenaskan itu dilaporkan sekitar pukul 06.30. Petugas tim forensik yang mendatangi lokasi kejadian, langsung melakukan olah kejadian perkara. Sementara antusias warga langsung memadati lokasi kejadian.

“Ada dugaan kuat, Kades itu mengakhiri hidupnya lantaran dalam kondisi panik usai membunuh istrinya yang bernama Titik Suryani (36), berprofesi sebagai guru di SMAN 3 Sukoharjo dan anak bungsunya yang bernama Putra Dwi Pangestu (10) siswa kelas V,” jelasnya.

Pasalnya lanjut Andy, dari hasil yang didapat petugas usai olah TKP, polisi mendapatkan petunjuk, tidak ada barang-barang berharga milik korban yang hilang ataupun rusak. “Maka dugaan petugas mengarah pada psikologi pelaku yang panik, usai membunuh istri dan anaknya.”

Di bagian lain lanjut Kapolres, tim forensik akhirnya menemukan balok kayu yang masih ada bercak darahnya, yang diduga kuat digunakan Sapta Dandaka untuk menghabisi nyawa istri dan anaknya. “Temuan lain, yakni kursi dan seutas tali rafia yang digunakan Sapta untuk menggantung diri. Maka, barang-barang tersebut kita amankan sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Didesak soal motif dari pembunuhan keji itu, Kapolres belum berani menyimpulkan atas kejadian tersebut. Pasalnya, pelaku sendiri sebagai saksi kunci mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Otomatis polisi perlu melakukan penyelidikan serta pengembangan kasus itu lebih cermat dan mendalam lagi. Termasuk ada tidaknya keterlibatan orang lain dalam kejadian ini. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *