Motif Pembunuhan Masih Misteri

Tewasnya Kades Puhgogor dan Keluarga

JO, Sukoharjo – Kepolisian Polres Sukoharjo agaknya akan banyak menemukan kesulitan dalam mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan Kades Puhgogor Sapta Dandaka terhadap istri dan anaknya. Pasalnya, selain tidak adanya saksi dalam kejadian itu, tersangka juga akhirnya bunuh diri dengan menggantung di depan pintu masuk rumahnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rivai mengakui pihaknya masih terus mengungkap misteri di balik motif pembunuhan tersebut. Pasalnya, berbagai spekulasi muncul setelah korban bunuh diri meninggalkan empat pucuk surat satu diantaranya menyoal hutang senilai Rp 94,9 juta.

“Motif dari semua itu masih kita dalami semua. Apakah itu masalah hutang piutang, dan hal terkait dengan tulisan itu masih kita pelajari semua. Soal adanya keterlibatan orang lain, semuanya masih kita dalami,” jelas dia kepada Jateng Online, Rabu (22/10).

Saat dicecar pertanyaan soal kondisi Sapta Dandaka yang kedua kakinya mengalami patah akibat kecelakaan hingga harus memakai penyangga, Kapolres masih belum berani berspekulasi soal hal tersebut. “Karena, kalau di TKP, semuanya bisa terjadi dan kita masih mempelajari kemungkinan itu,” jelasnya.

Andy juga belum berani menyimpulkan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus itu. Pasalnya, di tubuh Sapta Dandaka, polisi tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan. “Kami juga tidak menemukan perabot rumah yang berantakan. Kondisi pintu juga tidak ada yang mencongkel atau dirusak. Semuanya dalam kondisi terkunci,” imbuhnya.

Juga soal balok yang digunakan untuk memukul korban kata dia, polisi masih mempelajari berbagai kemungkinan. Berapa panjang dan beratnya masih didalami lagi. “Kedua korban tewas dibenturkan ke dinding atau hanya dipukul dengan balok kayu saja. Itu masih perlu kita selidiki secara seksama.”

Menanggapi kasus tewasnya sekeluarga tersebut, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyatakan turut prihatin atas kejadian tersebut. Bahkan di mata orang nomor satu itu, sosok Sapta Dandaka adalah Kades yang sangat baik dan ramah.

“Dia itu merupakan sosok yang sangat baik, dalam pemerintahan desa dia cukup berhasil. Hal itu terlihat dari setoran PBB, yang cukup bagus dan nilainya tinggi. Ini menunjukkan, pak Sapta memiliki komitmen luar biasa terhadap kemajuan desanya,” jelas Wardoyo.

Di lain pihak atas kasus ini, dirinya berharap polisi segera bisa menuntaskan kasus tersebut sehingga segera menemukan titik terangnya.Sehingga keluarga korban yang ditinggalkan semakin tenang. – uda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *