Kasus Tewasnya Suporter Persis

Keluarga Minta, Kasus Diusut Tuntas

Jenazah Joko Riyanto ketika disemayam di rumah duka Dukuh Ngaliyan, Desa Pelem, Kecamatan Simo Boyolali, Kamis (23/10). (Foto: Zaenal Huda)
Jenazah Joko Riyanto ketika disemayam di rumah duka Dukuh Ngaliyan, Desa Pelem, Kecamatan Simo Boyolali, Kamis (23/10). (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Menyusul meninggalnya suporter Persis atas nama Joko Riyanto (39) warga Dukuh Ngaliyan, Desa Pelem, Kecamatan Simo Boyolali akibat penusukan yang terjadi dalam kerusuhan di Stadion Manahan, Rabu (22/10) petang sebelumnya. Suasana duka tampak di kediaman almarhum. Isak tangis keluarga pun pecah, saat jenasah pria yang kesehariannya merupakan pengusaha playstation (PS) ini, tiba di rumah duka sekitar pukul 08.30 WIB.

Pantauan Jateng Online, Kamis (23/10) di rumah duka menyebutkan, istri korban Retno, tak henti-hentinya menangis sembari memanggil nama suaminya. Sementara puluhan tetangga korban yang sudah berdatangan pun, juga terlihat ikut berduka. Jenasah menurut rencana akan dimkamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Kakak sepupu korban Kiswanto (41) menuturkan, pihak keluarga sama sekali tidak mengira musibah itu terjadi. Joko Riyanto selama ini, dikenal sebagai pendukung Persis Solo dan selalu nonton setiap Persis bermain. Joko juga dikenal di desanya sebagai pemain bola antar kampung (Tarkam), dengan posisi gelandang.

“Dia itu selalu nonton sepak bola mengajak anak keduanya, Putri, yang duduk di kelas 2 SMP. Meski mengaku tidak ada firasat, namun kebetulan kemarin putri korban tidak mau ikut menonton ke Stadion Manahan Solo,” kata dia.

Semula kabar yang beredar, Joko Riyanto tewas akibat tertembak dalam sebuah kerusuhan suporter di Stadion Manahan Solo. Namun salah satu famili menyebutkab, korban tewas di RS Panti Waluyo lantaran penusukan. Kabar itu pun sontak membuat keluarga geger.

“Setelah dicek kebenarannya, ternyata korban tewas akibat luka tusukan benda tajam di dada kanan, dengan lebar dua sentimeter. Tusukan tersebut cukup dalam mencapai delapan sentimeter hingga tembus ke paru-paru korban, dan menyebabkannya tewas,” jelas Adi Sulistyo.

Sebelumnya, suporter Persis ini meninggal akibat kerusuhan pertandingan Persis Solo melawan Martapura FC di stadion Manahan Solo, Rabu (22/10/2014) petang. Atas kejadian itu, keluarga korban tetap berharap kasus ini dapat diusut hingga tuntas. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *