Pong Hardjatmo: Koruptor Jangan Diberi Grasi

Pong Hardjatmo
Pong Hardjatmo

JO, Solo – Nama aktor Pong Hardjatmo, bisa jadi memang telah meredup. Namun siapa sangka, kini lelaki gaek yang telah berusia di atas lima puluhan itu justru masih laris membintangi sejumlah sinetron FTV lepas, salah satunya berjudul “Ayahku Seorang Presiden”.

Lelaki itu juga mengakui, dulu dirinya memang sempat aktif di dunia politik. Bahkan pernah menjadi jurkam Presiden SBY pada periode jabatan kedua. Namun akhirnya, dia pilih keluar ketika telah menjadi anggota partai. “Alasannya banyak kutu loncat di dalam partai itu dan tidak konsisten maka saya jadi males,” katanya kepada Jateng Online, saat berada di Museum Radya Pustaka,Minggu (26/10/2014).

Disinggung soal pemerintahan Presiden Jokowi, lelaki asal Salatiga itu mengatakan, sebaiknya masyarakat jangan underestimate dulu. Biarkan Kabinet Kerja itu, bekerja dulu sampai seberapa jauh. “Kalau melihat penampilannya Pak Jokowi, kayaknya bukan pencitraan, beliau apa adanya. Menurut saya, Jokowi itu kok malah terlalu sederhana. Mudah mudahan sekeliling beliau bisa mengikuti kesederhanaan Pak Jokowi,” katanya.

Aktor yang sering berperan tokoh antagonis itu mengatakan, dirinya berharap semua keluarga Pak Jokowi juga kuat dalam membentengi dirinya dalam pola-pola kesederhanaan. Karena penjahat seperti koruptor, akan bisa masuk ke semua lini. Dia akan membujuk, istri, anak, sanak famili, teman dekat dan lain sebagainya untuk melemahkan integritasnya dalam membangun bangsa ini.

“Harusnya, koruptor itu diberi hukuman yang setimpal agar jera. Lucunya kok malah diberi grasi. Kemudian bandar narkoba, semestinya kan harus diberi hukuman setimpal. Sesuai dengan besar kecilnya kesalahan, namanya saja extraordinary crime. Tapi lagi-lagi malah diberi grasi. Ini kan malah aneh, bagaimana kejahatan bisa jera. Karena tidak dihukum dengan berat.  – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *