Pedagang Pasar Ngebong Nyaris Geger

Tak Sepakat Los-Kios

Salah satu sudut Pasar Randu Asri Ngebong, yang menjadi rebutan pedagang setempat. (Foto: Zaenal Huda)
Salah satu sudut Pasar Randu Asri Ngebong, yang menjadi rebutan pedagang setempat. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Akibat belum adanya kesepakatan terkait mekanisme pembagian los dan kios di Pasar Randu Asri Ngebong Boyolali. Puluhan pedagang pasar tersebut nyaris geger. Padahal proses pembagian los dan kios tersebut mendapat mediasi dari paguyuban pasar setempat guna menemukan kesepakatan.

Pantauan di lokasi pasar Jumat, (31/10) menyebutkan, pedagang yang terbagi dalam empat kelompok itu sebagian menghendaki pembagian los dan dilakukan melalui pengundian. Sedangkan pedagang yang lain, memilih pembagian dilakukan sesuai dengan posisi awal di Pasar Ngebong lama.

Keributan bermula, ketika sebagian anggota pedagang langsung mengklaim lokasi kios maupun los. Hal itu diprotes kelompok pedagang lain sehingga memicu perdebatan.Los dan kios yang diklaim milik sejumlah pedagang itu terletak di depan jalan masuk komplek pasar. Tempat itu memang paling strategis dan paling awal dicapai pengunjung.

“Ya, dari kemarin (Kamis, 30/10) belum ada kesepahaman pembagian kios, sebagian minta diundi sebagian lain minta sesuai posisi waktu di pasar lama,” kata Sartono wakil ketua umum Paguyuban Pedagang Pasar Randu Asli Ngebong.

Karena belum ada kesepakatan, lanjut Sartono, para pedagang yang terbagi menjadi empat kelompok itu meminta masalah pembagian itu difasilitasi Dinas terkait.“Pembagian kios dan los ini baru dilanjutkan setelah petugas Dinas Pasar datang,” katanya.

Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar, Disperindagsar Boyolali, Tri Arjono, mengatakan sejak awal dilakukannya sosialisasi pasar yang rencananya bakal boyongan pada 8 November mendatang, pihaknya sudah menyerahkan masalah pembagian itu kepada empat paguyuban. Yakni paguyuban pedagang burung, paguyuban pedagang ayam, pedagang sepeda onthel dan klitikan.

Menurut Tri, perselisihan itu baru rampung setelah para pedagang bersama sama menuju ke lokasi pasar guna musyawarah di pimpin ketua paguyuban masing masing.

“Daripada diundi atau disesuaikan posisi lama, lebih baik diselesaikan secara mufakat. Mereka bisa menandai los maupun kiosnya disaksikan para pedagang lain,” kata Tri.

Disebutkan jumlah los sebanyak 140 los, sedangkan jumlah pedagang terdata sebanyak 137 orang. Sedangkan jumlah kios di pasar yang menelan dana senilai Rp2,94 miliar itu sebanyak 50 kios.

“Saat ini sudah ada kesepakatan diantara pedagang, namun kita juga sudah tekankan mengenai zoning yang ditetapkan Pemkab, contohnya pedagang ayam berada di unit bawah, yang di atas itu unit pedagang burung,” pungkasnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *