Pembangunan Laboratorium MAN II Jalan Terus

Sejumlah pekerja tengah membersihkan puing-puing tiang gedung laboratorium MAN II yang telah dirobohkan lantaran diduga menyalahi UU Cagar Budaya. (Foto: Zaenal Huda)
Sejumlah pekerja tengah membersihkan puing-puing tiang gedung laboratorium MAN II yang telah dirobohkan lantaran diduga menyalahi UU Cagar Budaya. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Solo – Polemik pembangunan gedung laboratorium di komplek Gedung Mambaul Ulum yang lokasinya di komplek Masjid Agung Solo, ternyata masih bergulir. Kalangan konsorsium LSM yang tergabung dalam Jaringan Cagar Budaya Surakarta (Jayabaya) terus mendesak agar pembangunan gedung tersebut segera dihentikan. Meski hal itu betolak belakang dengan kondisi lapangan yang masih meneruskan pembangunan gedung tersebut.

Dari pertemuan yang dilakukan Konsorsium Jayabaya yang dikoordinir Sarjono Lelono dengan Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Ir Sitaresmi Suryandari memperoleh jawaban, bahwa pembangunan gedung tersebut untuk sementara waktu memang telah dihentikan. “Hal itu telah tertuang dalam surat yang kami kirimkan sekitar dua minggu yang lalu dan memang telah ditindaklanjuti petugas di lapangan,”jelasnya.

Sayangnya Sitaresmi tidak memerinci kapan pembangunan gedung itu dihentikan pasca desakan Konsorsium Jayabaya. Di sisi lain, Sitaresmi juga tidak memberikan jawaban soal asal mula pembangunan gedung itu, hingga menuai kritikan. “Tanyakan saja pada bidang pengendalian, saya lagi banyak tamu,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya DTRK Mufti Raharjo justru mengatakan, bahwa yang dibangun di komplek Mambaul Ulum Solo adalah lahan kosong. Namun demikian ada beberapa pilar yang terpaksa harus dirobohkan, karena menutupi bangunan cagar budaya yakni Masjid Agung.

“IMB juga belum diurus. Namun agaknya saat ini sedang dalam proses. Pemkot berharap, persoalan ini sebaiknya segera diatasi oleh pihak MAN II selaku pemilik lahan yang masuk Bangunan Cagar Budaya (BCB) tersebut,” imbuhnya.

Sayangnya, Kepala Sekolah MAN II Agus Hadi Susanto ketika dikonfirmasi atas persoalan ini terkesan menghindar. Sehingga kejelasan soal dihentikannya pembangunan gedung tersebut tidak sesuai kenyataan di lapangan. –uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *