Tersangka Korupsi Rp 1,2 miliar, Jalani Pemeriksaan Kejari

Tersangka kasus dugaan korupsi PNPM-MP-d Supriyanti ketika menjalani pemeriksaan di Kejari Boyolali. (Foto: Zaenal Huda)
Tersangka kasus dugaan korupsi PNPM-MP-d Supriyanti ketika menjalani pemeriksaan di Kejari Boyolali. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Boyolali – Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali akhirnya memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) pada kantor UPK Kecamatan Mojosongo senilai Rp 1,2 miliar lebih, atas nama Supriyanti (37). Tersangka diduga mengajukan aplikasi pinjaman dana bergulir dengan menggunakan nama kelompok masyarakat, namun menggunakan uang pinjaman itu sendiri.

Pantauan, Jateng Online, Selasa (4/11/2014) menyebutkan, tersangka diperiksa penyidik kejaksaan selama tiga jam lebih didampingi kuasa hukumnya, Joko Mardiyanto SH. Dalam pemeriksaan, tersangka dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik. Antara lain tentang tugas dan kewenangannya selaku Ketua UPK, lalu tentang dana bergulir PNPM MPd yang diduga ditilep tersangka mulai 2011-2013, dan pengembalian uang dana bergulir yang diduga dikorupsi itu.

“Sejauh ini kita menemukan fakta perbuatan bahwa tersangka diduga kuat melakukan tindak korupsi dana simpan pinjam bergulir pada kantor UPK yang dipimpinnya,” jelas Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Boyolali, Haris Suherlan.

Dijelaskannya, tersangka diduga mengajukan aplikasi pinjaman dana bergulir dengan menggunakan nama kelompok masyarakat, namun menggunakan uang pinjaman itu sendiri. Sehingga dana itu tidak sampai kepada kelompok masyarakat. Tersangka menggunakannya untuk menguntungkan diri sendiri.

Soal pengakuan tersangka yang sudah mengembalikan dana bergulir, Haris menyatakan, penyidik akan melakukan kroscek lebih dulu. Apakah dana yang sempat ditilep itu benar-benar sudah dikembalikan atau belum. “Akan kita kroscek lebih lanjut. Yang jelas, dana itu tidak dikembalikan melalui kami,” tambah Haris didampingi Kasi Intel Kejari Boyolali, Faetonny.

Terpisah, Kuasa Hukum tersangka Joko Mardiyanto SH menyatakan, kasus dugaan korupsi yang menjerat kliennya ini seharusnya sudah selesai sejak akhir tahun lalu. Tak perlu lagi disidik Kejaksaan. Pasalnya, kliennya telah mengembalikan dana bergulir yang diduga dikorupsi ke UPK.

“Total dana yang dikembalikan bahkan melebihi dari total dana yang dipersoalkan itu. Dana yang harus dikembalikan sekitar Rp 1,2 miliar, sedangkan klien saya sudah mengembalikan hingga Rp 1,5 miliar lebih secara bertahap dengan menggunakan uang tunai dan aset berupa tanahnya,” jelasnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *