Di Soal, Penggunaan Solar Di Acara SCE 2014

JO, Boyolali – Gelaran acara Soloraya Creative Expo (SCE) tahun 2014 pada 15-19 Oktober lalu, ternyata menyisakan masalah. Pasalnya, sejumlah warga Kelurahan Kemiri, Mojosongo mendatangi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pemkab setempat, mempertanyakan kejelasan pengadaan solar di acara tersebut, terkait volume pembelian solar hingga mencapai 1500 liter.

Sugeng Hariyanto, salah satu perwakilan warga setempat, Rabu (5/11) mengatakan, warga mengetahui pembelian solar tersebut berdasar surat rekomendasi dari Dinkop – UMKM yang berstempel di SPBU Kemiri. Dalam surat nomor 510.4/808/17/2014 itu dijelaskan pembelian dilakukan oleh Daryono SE sebagai Direktur CV Sinergi Mediawisata Surakarta.

Isi surat itu menyebutkan lanjut Sugeng, CV. Sinergi termasuk dalam usaha kecil yang sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM diijinkan membeli bahan bakar minyak (BBM) pada stasiun pengisian BBM. Selain itu, dalam surat itu dituliskan pengajuan maksimal pembelian BBM adalah 1500 liter untuk lima hari selama acara itu digelar.

“Pertanyaannya, kenapa CV itu boleh membeli solar hingga 1500 liter per hari? Tapi kalau untuk UMKM ada pembatasan maksimal pembelian 40 liter per hari,” katanya.

Sugeng juga mengatakan, sebelumnya Dinas Koperasi dan UMKM telah memberikan ijin pembelian solar sebanyak itu untuk lima hari. Sementara untuk UMKM milik warga maksimal pembelian hanya 40 liter. Mereka berharap dinas terkait bisa memberikan penjelasan mengenai hal ini. “Yang kita tanyakan itu, kenapa bisa muncul rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM,”katanya.

Warga justru mensinyalir, solar yang digunakan untuk acara tersebut adalah solar bersubsidi. Pasalnya, mereka mengaku melihat langsung ketika pembelian barang tersebut, sehingga ada indikasi penimbunan terhadap barang subsidi tersebut.

Terpisah, Kabid UMKM Kabupaten Boyolali M Agus Basri, menjelaskan surat tersebut memang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, namun atas permintaan dari CV. Sinergi. Terkait dengan jumlahnya memang mereka mengizinkan konsumsi dengan jumlah itu untuk kegiatan yang digelar pemerintah.

“Kita berikan sesuai yang dibutuhkan, misal ada UMKM yang kapasitasnya sampai segitu juga kita berikan, semua sesuai dengan kebutuhan. Namun untuk UMKM yang mau mengajukan kita akan lakukan cek lapangan terlebih dahulu,” papar Agus.

Mengenai dugaan pembelian BBM bersubsidi, Agus meminta warga klarifikasi ke CV terkait atau pihak Pertamina. Sebab, dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan tidak menyebutkan BBM bersubsidi. “Yang kami lakukan sudah sesuai prosedur, jadi saya kira tidak melanggar aturan. Mengenai BBM bersubsidi yang dibeli dalam jumlah besar, silakan klarifikasi ke Pertamina,” ujarnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *