Kirab Pusaka Radya Pustaka, Tak Dihadiri Pejabat

Kirab Enam Pusaka Museum Radya Pustaka, Tanpa Dihadiri Pejabat, Apalagi Walikota

Seniman Ronggajati Sugiyatno yang membawa pusaka tombak Pancasula, ketika memimpin acara Kirab Ageng Museum Radya Pustaka. (Foto: Zaenal Huda)
Seniman Ronggajati Sugiyatno yang membawa pusaka tombak Pancasula, ketika memimpin acara Kirab Ageng Museum Radya Pustaka. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Solo –  Museum Radya Pustaka Surakarta, akhirnya mengeluarkan enam buah tombak pusaka yang diikutikan dalam acara “Kirab Ageng Museum Radya Pustaka” sekaligus memperingati 124 tahun usia museum tersebut. Sayangnya, acara yang diminati banyak pengunjung itu, tanpa kehadiran satu pun pejabat Pemkot Solo, apalagi Walikota yang diharapkan hadir.

Menurut salah satu panitia kirab Ronggajati Sugiyatno, Jumat (7/11) mengatakan, keenam tombak pusaka itu adalah, Kiai Pancasula, Kiai Wicaksana, Kiai Wibawa, Kiai Waskita, Kiai Waspada dan Kiai Wasis. Keenam tombak pusaka tersebut, dikirab melewati sejumlah jalan protokol di Solo, sejauh sekitar 2 kilo meter.

“Kalau soal kapan pembuatan keenam tombak pusaka tersebut, kami selaku panitia tidak mengetahui. Karena keenam tombak tersebut telah ada sebelum pembangunan Museum Radya Pustaka,” jelasnya.

Seniman tari Srihadi beserta dua penari lain, ketika melakukan happening art dalam mengawali acara Kirab Ageng Museum Radya Pustaka. (Foto; Zaenal Huda)
Seniman tari Srihadi beserta dua penari lain, ketika melakukan happening art dalam mengawali acara Kirab Ageng Museum Radya Pustaka. (Foto; Zaenal Huda)

Dijelaskannya, pusaka-pusaka itu telah disimpan sejak lama di sebuah tempat yang selama ini tidak pernah dikeluarkan. Sehingga sebagai barang langka, maka pihak pengurus Museum Radya Pustaka masih akan menelusuri jejak asal usul benda pusaka tersebut. “Nantinya akan kita buka kepada khalayak sehingga, semua akan tahu sejarahnya.”

Didesak soal ketidakhadiran sejumlah pejabat Pemkot Solo, termasuk Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, lelaki yang akrab dipanggil pak No itu enggan menjelaskan secara detil. Sehingga acara kirab yang diharapkan semarak itu, tanpa kehadiran satu pun pejabat setempat. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *