Dinasti Mataram Lahirkan Delapan Pahlawan Kemerdekaan

Para abdi dalem ketika melakukan sesaji menjelang upacara Wilujengan Nagari Keraton Kasunanan Surakarta yang ke 270 tahun. (Foto: Zaenal Huda)
Para abdi dalem ketika melakukan sesaji menjelang upacara Wilujengan Nagari Keraton Kasunanan Surakarta yang ke 270 tahun. (Foto: Zaenal Huda)

JO, Solo – Memperingati berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta yang ke 270 Tahun Masehi, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Sejumlah putra dalem almarhum PB XII, menggelar ritual Wilujengan Nagari bertempat di Bangsal Sasana Handrawina. Dalam sejarahnya, Dinasti Mataram tersebut, ternyata telah melahirkan delapan pahlawan dalam pergerakan memerangi penjajah.

Salah satu putra dalem almarhum Sinuhun PB XII, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puger, Senin (10/11) menjelaskan, menurut Babad Nitik, berdirinya Keraton Kasunan pada tanggal 17 Sura dan itu yang dipakai hingga sekarang.

“Sesuai penanggalan, peringatan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta saat ini yang ke 270 Tahun Masehi. Kalau memakai Tahun Jawa, usainya 278 tahun,” jelasnya.

Kalau memakai penanggalan Masehi lanjut Puger, jatuhnya tanggal 20 Februari. Namun yang kita pakai adalah penanggalan Jawa, sambil melestarikan Kalender Jawa. Tapi tidak menutup kemungkinan kita memakai kalender nasional, karena yang kita pakai untuk kepentingan nasional.

Menurutnya, yang berbeda untuk tahun ini ada fenomena, bahwa peringatan Wilujengan Nagari satu garis dengan peringatan Hari Pahlawan. Sebagai keturunan Dinasti Mataram, keraton memiliki delapan pahlawan.

“Yaitu mulai Sultan Agung Hanyakrakusuma, Pangeran Mangkubumi atau Pangeran Samber Nyawa, PB VI, Pangeran Diponegoro, PB X, PB XII, dan Gusti Jatikusuma. Jadi di Kasunana ini ada lima, Mangkunegaran satu, dan di Yogyakarta ada dua,” jelas dia.

Dalam kontek satu garis inilah kata Puger, kita mengalami jaman adeging Keraton Kasunana bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan. Sehingga peristiwa ini merupakan satu hal yang fenomenal.

“Harapan saya, di satu garis ini, akan mengingatkan kita, bahwa apa yang telah disampaikan almarhum PB XII, tentang adanya maklumat untuk bergabung serta mendukung, bahwa Keraton Kasunanan di belakang berdirinya Negara Republik Indonesia,” imbuhnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *