Di Solo Tak Ada Ormas Meresahkan

Wacana Pembubaran FPI

JO, Solo – Menyusul rencana pembubaran FPI yang saat ini masih menjadi tarik ulur di wilayah DKI Jakarta. Kepala Kesbanglinmaspol Suharso menegaskan, kendati di wilayah Kota Solo terdapat 500 an ormas, namun di Solo tidak ada ormas yang meresahkan masyarakat. Dari jumlah tersebut, ternyata hanya 60 persen yang masih dinyatakan aktif.

“Kalau ada ormas yang sudah meresahkan masyarakat hal itu jelas kontraproduktif. Soal pembubaran FPI di sini kan tidak ada. Namun kalau ditingkat pusat nanti ada wacana yang akhirnya ada keputusan dibubarkan, ya kita ikut saja. Karena itu kan otomatis, kalau di pusatnya dibubarkan, maka yang daerah akan ikut pula,” jelas dia kepada Jateng Online, di Pendhapi Gede Solo, Kamis (13/11/2014).

Menurut dia, 500 an ormas yang ada saat ini, yang aktif sekitar 60 persen. Dari jumlah tersebut, saat ini belum kita verifikasi. Artinya, jika ormas itu tidak memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT), maka ormas itu masuk dalam kategorikan off. Masa Karena masa berlaku SKT itu tiga tahun sesuai masa bakti kepengurusan ormas.

Mengacu pada UU No.23 Tahun 2014 sebagai ganti UU No. 23 tahun 2004 lanjut Suharso, tentang pemerintahan daerah yang baru. Nantinya untuk urusan ormas akan langsung menjadi urusan pusat.

“Karena salah satu pasalnya menyebutkan, urusan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi urusan absolute pemerintah pusat. Artinya, untuk urusan hal tersebut mutlak ditangani pusat dan tidak bisa diotonomikan,” jelasnya. – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *