Indonesia Miskin Peneliti se Asia Tenggara

JO, Solo – Kendati dana peniliitian yang digelontorkan pemerintah melalui Kemenristek dan Kemendikti hingga Rp 100 milyar untuk tahun 2015 mendatang. Namun hal itu berbanding terbalik dengan jumlah peneliti yang dimiliki Bangsa Indonesia yang masih dikatakan miskin peneliti, untuk kelas negara-negara di Asia Tenggara.

“Kita akui, jumlah peneliti di Indonesia memang masih sangat minim.Oleh karena itu, Kemenristek dan Kemendikti berjanji akan semakin memperbaiki sistem serta kriteria yang nantinya akan semakin merangsang para peneliti kita untuk ikut terlibat,” ujar Asisten Deputi Kemenristek RI Ahmad Dading Gunadi, di sela-sela meninjau stan para siswa dalam “Launching Embrio Solo Science Centre” di Solo Techno Park (STP), Jumat (21/11/2014).

Menurut Dading, sebenarnya sejumlah kementrian yang ada di Kabinet Kerja di bawah Presiden Jokowi, telah menyediakan beasiswa penelitian siswa dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi, serta para kalangan akademisi. Namun sayangnya, hingga saat ini masih sangat sedikit kalangan akademisi yang memanfaatkannya. “Oleh karena itu, ke depan, kita akan memperbaiki sistem itu.” – uda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *