Perental Mobil Kena Imbas Naiknya BBM

JO, Solo – Pemerintah akhirnya menaikkan BBM bersubsidi pada 18 November 2014
lalu. Harga premium dari 6500 menjadi 8500 rupiah perliter dan solar dari 5500 menjadi 7500 rupiah perliter. Untuk mempertahankan daya beli rakyat dan menggerakkan sektor ekonomi rakyat pemerintah menyiapkan paket KKS, KIS dan KIP.

Namun demikian sejumlah usaha di kota Solo, sempat terganggu dengan kebijakan pemerintah tersebut, sehingga mau tak mau harus membuat kebijakan baru demi keberlangsungan usahanya.

Misal, sejumlah pengusaha rental mengakui geliat usaha rental itu kian lesu. Menurut Aji Atmodiwiryo, Sekretaris Asosiasi Rental Mobil Solo Raya (Aremso) banyak konsumen yang mengira seiiring kenaikan BBM maka tarif rental pun naik, padahal sampai saat ini para pengusaha rental masih memberlakukan tarif lama.

“Bahkan,beberapa pengusaha rental terpaksa nombok hingga jutaan rupiah,” terang Ajie, disela acara Forum Bisnis Solo Pas Fm, di Lime Restoran Favehotel Adi Sucipto. Rabu (26/11/2014).

Perental mobil Solo belum berencana untuk menaikkan harga sewa armadanya, masih tetap menunggu keputusan rapat anggota, minimal sampai dengan akhir tahun.

“Kalaupun harus menaikkan tarif, tak lebih dari 20 persen,” pungkas Ajie.

Forum Bisnis Solo Pas Fm, mengambil tema ‘BBM Naik Jangan Panik’ topik yang sedang hangat di tengah masyarakat saat ini. Menghadirkan pelaku bisnis dan stakeholder di wilayah kota Solo dan sekitarnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *