Pilkada Terhalang Aturan Tak Pasti

JO, Solo – Pada 2015, sebagaimana data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pilkada akan dilaksanakan di delapan provinsi. Pilkada di Kalimantan Utara pada bulan April. Pilkada di Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau pada bulan Agustus. Pilkada di Sulawesi Utara pada bulan September. Sementara itu, Pilkada di Bengkulu pada bulan November.

Di luar itu, ada juga penyelenggaraan pilkada untuk 153 kabupaten, 26 kota, dan 17 daerah baru. Termasuk salah satunya adalah kota Solo. KPU minta waktu 10 bulan, mungkin pilkadanya mundur sampai akhir tahun 2015. Serentak atau tidak, itu tergantung keputusan pembahasan perppu.

Sebelumnya, ketika masih menjabat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan dua perppu untuk membatalkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Dua perppu itu terkait UU Pilkada dan UU Pemerintah Daerah.

Maka dengan rencana pilkada serentak, praktis terjadi jeda dan kevakuman kepala daerah, yang rentan akan dimanfaatkan oleh partai politik ataupun calon pemimpin daerah, melakukan konsolidasi terhadap pendukung dan pengikutnya.

“Maka petahana pun akan memiliki kans yang sama dengan pendatang baru,” jelas pengamat poltiik pemerintahan, Rachman DJ. Senin (01/12/2014).

Maka menurutnya, baik inkumben maupun calon baru harus jeli memanfaatkan celah dan peluang sekecil apapun, untuk membranding diri, kepada masyarakat pendukungnya. – pra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *