Arogan, Direktur RSO Di Tuntut Mundur

JO, Sukoharjo – Ratusan karyawan Rumah Sakit Orthopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Senin kemarin menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut mundurnya direktur utama RSO, Agus Hadian Rahim. Mereka menuding sang direktur arogan dan sejumlah kebijakannya dinilai merugikan karyawan RSO.

Aksi demo karyawan RSO dimulai sekitar pukul 08.00 dengan menggelar sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan mundur direktur utama dan tuntutan kesejahteraan yang layak.

Kordinator aksi Tri Budi Santoso mengatakan, aksi tersebut merupakan luapan kekesalan seluruh karyawan RSO atas sikap arogansi direktur RSO selama ini.

“Dalam aksi unjuk rasa ini pegawai RSO menyatakan mosi tidak percaya terhadap direktur utama. Kita menyampaikan empat tuntutan menolak arogansi dan kesewenang-wenangan direktur utama, agar direktur utama segera diganti karena sudah tidak amanah dan transparan, menuntut realisasi kesejahteraan pegawai RSO dgn penerapan remunerasi sesuai KMK no.377/KMK.05/2014 dan minta mengembalikan status pegawai BLU yang di THLkan,” ungkap Tri Budi Santosa.

Sebagai contoh kebijakan dirut yang dinilai semena-mena saat salah satu karyawan RSO Sukotjo Indrianto yang semula menjabat kordinator satuan pengamanan RSO, digeser di bagian binatu. Bahkan tanpa penjelasan dan pemberitahuan sebelumnya.

Unjuk rasa sengaja digelar sebelum jam masuk karyawan dengan damai dan tidak anarkis. Hal ini agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan semua pasien masih bisa ditangani dengan baik.

“Kita menggelar aksi ini dengan menjaga tetap kondusif dan tidak sampai merugikan orang lain khususnya masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di sini, jadi kita mengadakan aksi dari perwakilan bidang dan pada waktu sebelum jam masuk kerja,” imbuh Tri Budi.

Saat berlangsungnya aksi, diketahui Dirut Agus Hadian Rahim sedang mengikuti rakor pembahasan strategi bisnis rumah sakit di Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur umum RSO Prof. Dr. R. Soeharso Nining Setyawati.

“Saat ini pak dirut sedang berada di Jakarta untuk mengikuti pertemuan pembahasan strategi bisnis rumah sakit, dan kita diperintahkan untuk mendengarkan dan menerima aspirasi dari teman-teman,” kata Nining Setyawati Senin (1/12). – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *