Hari HAM se-Dunia, Presiden Jokowi Bebaskan Eva Bande

JO – Menjelang perayaan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang biasa diperingati setiap tanggal 10 Desember, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan penuhi janjinya untuk membebaskan Eva Bande.

Eva Bande adalah seorang pejuang agraria dari Luwuk, Sulawesi Tengah. Ibu dari tiga anak tersebut dipenjara 4,5 tahun karena membela petani Desa Piondo yang lahannya digusur oleh perusahaan perkebunan sawit PT. Kurnia Luwuk Sejati milik Murad Husain.

Eva Bande telah 203 hari jalani vonis pidana penjara 4 tahun berdasar Putusan Kasasi MA No. 1573/K/Pid/2011, 2 April 2013 menguatkan Putusan PN Luwuk No. 178/PID.B/2010/PN.Lwk, 12 Nov 2010, tuduhan Psl.160 Jo Psl 55 ayat (1) ke-1 KUHP, termasuk penghasutan. Isteri dari Moh Syafei ini dipastikan akan menghirup udara bebas dalam waktu dekat.

Menurut Yahdi Basma, Presidium PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 1998) Sulawesi Tengah (Sulteng), informasi akan dibebaskannya Eva Bande diperoleh ketika pada Kamis, 4 Desember, pukul 17.30, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kapals) Petobo Palu, Iskandar, menemui Eva Banda di ruang tahanan dan menyampaikan bahwa Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly akan menghubungi Eva Bande lewat telepon seluler, terkait Grasi Presiden.

“Lalu sekitar pukul 18.45, Kanwil Kemenkum HAM Sulteng ke Lapas Petobo menemui Eva dan berdiskusi di blok tamu sekitar satu jam lebih,” kata Yahdi melalui siaran persnya, kepada Seruu.Com, Jumat lalu.

Diketahui, sebelumnya, PENA 98 menjemput Eva Bande di Bandara Mutiara Sis-Aldjufri Palu, Sulawesi Tengah, hari Jumat 28 November 2014. Eva Bande dijemput langsung Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu (Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan), serta didampingi ratusan aktivis Sulteng. Saat itu, Eva Bande akan dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Luwuk, Kabupaten Banggai ke LP Petobo di Palu. Pemindahan Eva Bande dilakukan untuk memudahkan pihak keluarga menjenguk Eva Bande. Sehingga anak-anaknya bisa setiap hari menjenguknya, karena lebih dekat.

Mudahnya proses pemindahan hingga pembebasan Eva Bande karena memang Jokowi pernah berjanji akan membebaskan Eva Bande, jika sudah dilantik sebagai presiden. Janji tersebut diungkapkan Jokowi di hadapan ratusan aktivis 98 yang sedang melakukan silaturahmi dan konsolidasi di Bali, akhir September silam.

Menurut Adian Napitupulu, Sekjen PENA 98, janji Jokowi untuk membebaskan Eva Bande harus diberikan apresiasi yang tinggi. Hal itu membuktikan bahwa Jokowi benar-benar berpihak pada rakyat. Berdasarkan catatan PENA 98, kata Adian, sepanjang pemerintahan SBY-Boediono, ada 144 aktivis yang memperjuangkan nasib rakyat dipenjara oleh pemerintah SBY-Boediono, salah satunya Eva Bande. “Daripada memberikan remisi terhadap koruptor dan bandar narkoba, alangkah baiknya memberikan remisi kepada para pejuang rakyat,” katanya. – tml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *