Longsor Masih Mengancam Warga Dusun Pencil

Warga Berharap Segera Direlokasi

JO, Banjarnegara – Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengunjungi lokasi bencana tanah logsor di dusun Pencil Desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa. Di samping Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Infanteri Edi Rahmatullah, Bupati meninjau akses jalan, posko, serta tempat pengungsian bagi warga yang terkena dampak langsung longsor.

Akibat bencana tersebut menyebabkan penduduk di Dusun Pencil yang berjumlah 126 KK terisolir akibat tebing gunung putih mengalami longsor. Lahan pertanian yang mencapai luas 20 hektar juga mengalami longsor bertahap, dan semakin hari makin bergerak tanah yang mengalami longsor.

Kepala Desa Karangtengah Suripto mengatakan akibat longsor di 3 titik menutupi jalan utama menuju dusun Pencil yang berjarak 2 kilometer dari titik aman dan kondisi listrik juga mati.

“Dusun tidak memiliki jalur alternatif kecuali jalan yang tertimbun longsor yang kondisi jalan naik dan menyebabkan proses evakuasi yang dilakukan bersama BPBD menjadi lambat, dibantu perangkat Desa, Koramil, relawan dan masyarakat kami mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman,” kata Suripto.

Saat ini lanjut Suripto warga dusun Pencil diungsikan ke Desa tetangga tepatnya di Dusun Gunung putih dan rumah rumah milik warga.

“Bantuan telah diberikan sejak minggu lalu atau tanggal 7 kepada 139 jiwa yang terbagi di 4 pos pengungsian di Dusun putih,”lanjut Suripto.

“Warga terutama anak-anak sekolah juga mengalami kesulitan menuju lokasi sekolah, karena akses jalan terputus, mereka mesti melewati jalan berlumpur yang cukup panjang untuk mencapai sekolah, untuk mengatasi hal tersebut kami telah menghubungi dinas pendidikan untuk sementara mendatangkan guru ke lokasi dusun yang terisolir. Petani di dua RT juga mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil pertaniannya menuju pasar terdekat, mereka terpaksa harus berjalan kaki menuju pasar,” lanjut Suripto.

Untuk mengatasi hal tersebut beberapa upaya telah dilakukan, BPBD dibantu perangkat Desa, Koramil, relawan dan masyarakat mengadakan kerja bakti membuat jalan darurat, mengevakuasi warga, membongkar rumah-rumah warga yang terkena longsor, membentuk AJU BPBD Banjarnegara, memberi bantuan logistik, serta memberikan sosialisasi kepada warga.

Warga juga mulai berharap segara diadakan relokasi ke tempat yang lebih aman di dukuh Leksana Desa Karang tengah. Tepatnya di lahan bengkok milik kades dan sekdes yang dinilai cukup aman untuk relokasi. “Kami akan segera mengadakan koordinasi dengan pemerintah daerah agar keinginan warga tersebut segera terealisasi,” tambah Suripto.

Menanggapi keinginan warga, Bupati Banjarnegara Sutedjo akan segera koordinasi dengan bidang terkait untuk mengecek kelayakan lokasi relokasi di Dusun Leksana yang masih dalam wilayah Desa Karangtengah.

“Kami akan mengadakan pengecekan dulu di lokasi tersebut terkait dengan keamanan dan kelayakan sebagai tempat yang dipakai untuk relokasi, sebelum nanti benar-benar akan dijadikan tempat relokasi,” kata Sutedjo.

Bupati juga meminta kepada petugas di lapangan untuk selalu siaga dan rutin memberikan sosialisasi kepada warga, karena longsor susulan masih mengancam warga. “Kalau hujan turun apalagi deras maka saya minta semuanya harus waspada terutama warga, petugas dilapangan dibantu kepala desa harus rutin memberikan sosialisasi ,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga memberikan bantuan kepada warga di pengungsian berupa sembako yang menjadi kebutuhan pokok pengungsi. “ Kami juga telah melakukan koordinasi dengan BNPB dalam masa darurat dan masa transisi selama 3 bulan nanti, surat sudah saya tanda tangani tinggal kita kirim ke BNPB,” tambahnya.

Selain Dusun Pencil, warga di Dusun Muktisari Desa Karangtengah juga merasa terancam, mereka selalu was was bila hujan turun. “Kami tidak bisa tidur bila turun hujan karena rumah kami berada dilokasi bergerak yang rawan longsor, “ kata Suyanto salah satu warga dusun Muktisari Kecamatan Karangtengah. – har

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *