Pedagang Pasar Ir. Soekarno Tetap Ditarik Bayaran

JO, Sukoharjo – Sejumlah pedagang pasar Ir Soekarno Kota Sukoharjo kembali dibuat resah. Informasi bahwa para pedagang akan dimintai dana untuk ‘menebus’ kios semakin menguat. Dengan alasan biaya balik nama kios, pedagang diwajibkan membayar sekitar Rp 5 juta/kios.

Biaya tersebut dinilai memberatkan para pedagang, selama ini mereka diketahui sudah merugi karena sejak kepindahan di pasar darurat mereka merugi, omzet mereka menurun drastis.

“Padahal sebelumnya Bupati menjelaskan sendiri bahwa pedagang akan mendapatkan kios secara gratis tis tis…, tanpa dipungut biaya. Tapi kenyataannya mereka masih akan dibebani biaya balik nama, dengan alasan dulu kios jelek sekarang kiosnya sudah bagus.” Ungkap Sumarjono, salah satu pedagang Pasar Ir Soekarno, Selasa lalu.

Diketahui pula dalam mediasi kasus pasar di PN Sukoharjo Senin kemarin, pedagang mengajukan dua tuntutan yakni pasar gratis dan pedagang minta dilibatkan dalam pengundian atau penempatan pedagang di kios baru.

“Dalam mediasi kemarin, pedagang mengajukan dua permintaan yakni pedagang tidak lagi dibebani biaya apapun dan melalui HPPK minta dilibatkan dalam penataan pedagang, tapi sepertinya tuntutan tersebut tidak dikabulkan,”imbuhnya.

Pedagang masih berharap pemerintah memberikan kebijakan atas kedua permintaan tersebut.

Pasar Tawangsari
Ternyata kasus serupa juga dialami oleh pedagang pasar Tawangsari yang saat ini juga dilanda keresahan karena mereka juga diminta membayar uang balik nama kios. Untuk besarannya berkisar antara Rp 1,5 – 3 juta/kios.

Informasi tersebut menimbulkan pro dan kontra diantara pedagang. Yang kontra juga menagih janji Bupati yang sebelumnya mengatakan kios gratis, tapi kenyataannya mereka masih disuruh membayar.

“Saat rapat pertama, katanya ada biaya Rp1,5 juta dan Rp3 jutaan untuk kios dan los. Katanya untuk pembaruan sertifikat pedagang,” ujar Yati salah satu pedagang sayur pasar Tawangsari, Selasa lalu.

Sejumlah pedagang yang mengaku keberatan menyayangkan adanya biaya penempatan pasar tersebut. Menurutnya, pedagang selama ini sudah membeli kos dan los dengan harga yang sangat mahal, yakni Rp20 juta – Rp30 jutaan, kemudia untuk balik nama kios yang sebelumnya juga masih tercatat atas namanya sendiri masih harus dibebani biaya lagi.

“Mau menempati kos dan los sendiri kok diminta membayar lagi. Uangnya ini buat apa? Kalau biaya pembaharuan ijin kan Cuma Rp 25 ribu/ tahun,” ungkap salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Menyikapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo, AA Bambang Haryanto sepertinya tidak ambil pusing dengan penolakan pedagang untuk membayar uang balik nama.
“Terserah pedagang, mau jualan atau enggak. Kalau mau ya bayar. Itu kebijakan Bupati,” ungkap Bambang. Bambang juga membenarkan bahwa setiap pedagang nantinya akan dikenai biaya, untuk pedagang pasar Tawangsari akan dibebani biaya sebesar Rp1,5 juta – Rp3,5 juta. Biaya tersebut untuk pembaharuan surat hak penempatan pedagang di pasar baru. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *