Kios Mangkrak Bakal Dicabut SHP-nya

JO, Solo – Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Surakarta bakal mencabut surat hak penempatan (SHP) kios dan los di Pasar Gilingan, yang telah disiapkan bagi ratusan pedagang kaki lima (PKL) di tiga ruas jalan, manakala pedagang membiarkan lokasi usaha tersebut mangkrak.

“Maksimal dua bulan pascarelokasi, pedagang harus sudah berjualan di kios dan los yang sudah ditentukan. Jika tidak, maka izin penempatannya (SHP, Red) akan kami cabut,” tegas Kepala DPP Subagiyo, Rabu lalu

Sanksi tersebut dimaksudkan untuk memastikan keseriusan para pedagang berjualan di Pasar Gilingan. Untuk diketahui, DPP akan merelokasi ratusan PKL yang saat ini berjualan di Jalan Sabang, Jalan S Parman dan Jalan Ahmad Yani ke pasar tersebut. Rencananya, pemindahan pedagang itu berlangsung pada 23 Desember mendatang.

Pedagang juga akan diminta menandatangani pernyataan untuk sanggup mematuhi aturan yang berlaku, termasuk dalam hal pemanfaatan kios atau los tersebut. Aturan pencabutan SHP  juga sudah sesuai dengan Perda Nomor 1/2010 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pasar Tradisional.

Sanksi tegas itu juga didasarkan atas pengalaman pengelolaan pasar tradisional lain pascarelokasi pedagang. Subagiyo mengaku jika DPP merasa kecolongan lantaran sejumlah pasar tradisional tidak segera ditempati oleh pedagang pindahan, sehingga aktivitas perdagangan di pasar tersebut menjadi sepi.

Di sisi lain, pengundian penempatan los dan kios di Pasar Gilingan mulai dilakukan DPP secara bertahap. Subagiyo mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengundian penempatan kios dan los. Pengundian los dan kios dimulai untuk PKL di Jl. Sabang pada Selasa (2/12) sore. Di Pasar Gilingan, DPP telah menyediakan 241 kios dan 80 los.

“Validasi ulang PKL dan rasionalisasi tempat usaha bagi pedagang juga diberlakukan DPP, lantaran jumlah PKL yang akan direlokasi ke pasar tersebut melebihi jumlah kios maupun los.” pungkasnya. – pra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *