MEA Didepan Mata, Kreativitas Jadi Modal Utama

JO, Solo – Era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) sudah di depan mata. Tinggal sejengkal lagi, tepatnya awal 2015 Indonesia harus berkompetisi dengan negara-negara tetangga dalam banyak sektor, utamanya perdagangan. Tak ayal, pelaku usaha pun dituntut kreatif demi bisa eksis di pasar global.

Kreativitas tak bisa dipungkiri memang menjadi salah satu syarat untuk bertahan dan memenangkan persaingan di tengah gempuran produk asing. Jika tak bisa mengikuti tren pasar atau perkembangan zaman, dikatakan General Manager Best Western Premiere Solo Baru Hotel, Bambang Mintosih, bukan tidak mungkin produk hanya tinggal nama alias gulung tikar.

Berpikir di luar standar baku atau konsep pemikiran out of the box menjadi salah satu pendukung kreativitas. Dengan demikian, ide-ide segar bisa muncul untuk menghasilkan produk-produk berdaya saing.

“Produk nggak bisa mengikuti perkembangan zaman, kurang inovatif tentunya akan punah dengan sendirinya. Jadi, bagaimana kita mencoba keluar dari konsep atau aturan baku, berpikir out of the box,” ujar Bambang Mintosih dalam Indonesia Marketing Association (IMA) Marketeers Forum Solo di Move Megaland Hotel, Kamis lalu

Bicara kreativitas, pria akrab disapa Benk itu menyatakan, kreatif tak sebatas hanya dari sisi inovasi produk saja, melainkan termasuk pemasaran. Bagaimana membuat pola-pola pemasaran efektif dan mengena pada konsumen. Selain itu, attitude alias perilaku juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu menghadapi MEA, perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) siap mendukung operasional bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dalam hal ini, menurut Manager Enterprise Business Service Telkom Solo, perseroan siap memfasilitasi pengembangan teknologi informasi (TI) sektor riil.

Saat ini tercatat ada 43 ribu lebih pelaku UMKM di Kota Solo. Telkom berkomitmen mengajak mereka mempersiapkan MEA 2015 dengan aplikasi TI dalam operasional bisnisnya.

“Kami sudah bangun Broadband Learning Center. Kami siapkan internet dan perlengkapan pendukungnya. Ini semua untuk memajukan bidang TI,” pungkas Raharjo. – pra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *