Priyo Hadi Sutanto di Mata Juniornya

JO, Solo – Wakil Ketua Umum (Waketum) bidang Investasi dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kota Solo, Priyo Hadi Sutanto, meninggal dunia di Singapura, Sabtu (6/12/2014). Di mata juniornya, Diaz Arjun Ardian, Pak Priyo demikian akrab dipanggil sebagai sosok kebapakan, selalu ‘ngemong’ dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Menurut pemuda yang menggeluti profesi Even Organizing dan General Holding ini, Pak Priyo, adalah sosok panutan, selalu memberikan jalan keluar setiap kesulitan.

Lebih lanjut Arjun menceritakan, tentang Pak Priyo, yang tidak pernah terganggu kepada siapapun yang ingin menghubunginya, meskipun diketahui bejibun organisasi yang digeluti bos Tiga Pilar Sejahtera ini seabrek.

Suatu ketika untuk sesuatu hal Arjun harus menelponnya, padahal ditengah kesibukannya bekerja. Tidak pernah menolak sekalipun.

“Mohon maaf Pak Priyo, saya mengganggu waktunya sebentar bisa nggak,” papar Arjun.

Kaget dan bercampur heran ternyata jawaban yang diberikan Pak Priyo jauh dari perkiraannya.

“Nggak kok, nggak ada yang terganggu…,” jawabnya demikian terang Arjun.

Menurutnya itulah yang menjadi suri tauladan baginya, untuk selalu menghargai orang lain didalam kondisi apapun. Tetap menerima untuk kepentingan yang lebih mulia di banding kepentingannya sendiri.
Sekedar informasi, sejumlah organisasi digeluti Pak Priyo. Meski menjabat sebagai komisaris perusahaan besar, ia masih meluangkan waktu menggeluti banyak organisasi.

Tercatat, almarhum aktif pada sejumlah organisasi di bidang sosial maupun bisnis, seperti Kadin, Orari, Palang Merah Indonesia (PMI) dan beberapa organisasi lain.

Sebelum meninggal, Priyo dirawat di sebuah rumah sakit Singapura sekitar 3 bulan lalu.

Namun Jumat (5/12/2014) sore dirinya mengaku mendapat kabar lagi dari Pak Martono, jika Priyo Hadi Sutanto kondisinya kritis dan harus dirawat di ICU untuk dilakukan perawatan.

Kalau gajah mati meninggalkan gading, maka apabila manusia meninggal, yang tertinggal adalah amal kebaikan dan suri tauladan yang baik.

“Selamat jalan senior, semoga amal baktimu selama ini, menempatkanmu diperistirahatan yang baik, diampuni segala kesalahannya,” pungkas Arjun. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *