Asmindo Soloraya Siap Dampingi Eksportir Mebel Non-SVLK

v-legal-hijau-gifJO, Solo – Setelah sempat ditunda selama satu tahun, akhirnya Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) akan diberlakukan per 1 Januari 2015. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 81/M-DAG/PER/12/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 64/M-DAG/PER/10/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan. Dengan berlakunya aturan tersebut, produsen produk kayu yang akan melakukan ekspor ke mancanegara diwajibkan mempunyai SVLK atau dokumen V-Legal.

Menilik kesiapan eksportir mebel dalam menghadapi pemberlakuan dokumen V-Legal, Yanti Rukmana, Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Komda Soloraya menyatakan bahwa banyak pengusaha mebel yang belum siap. Hingga saat ini, eksportir mebel di wilayah eks karesidenan Surakarta yang mempunyai SVLK masih dibawah 30 persen.

Olehkarenanya, Yanti khawatir dengan diberlakukannya kewajiban SVLK nanti banyak pengusaha mebel yang terhambat dalam proses ekspor produk mebel bahkan sangat mungkin terjadi gagal ekspor. Sementara, penundaan pemberlakuan SVLK sulit terwujud mengingat pemerintah telah dua kali melakukan penundaan pemberlakuan SVLK. Artinya pemerintah telah memberi kelonggaran selama 2 tahun kepada pelaku industry mebel untuk mengurus dokumen V-Legal.

Menghadapi hal tersebut, Yanti Rukmana menegaskan kesiapan ASMINDO untuk membuat terobosan dalam merespon hal tersebut.

“Kami siap mendampingi pengusaha mebel yang belum ber-SVLK agar tetap bisa melakukan kegiatan ekspor seperti biasa,” tegas Yanti.

Ketika ditanya upaya terobosan yang dimaksud, Yanti menjelaskan bahwa Asmindo akan melakukan beberapa upaya. Pertama, mendaftarkan perusahaan eksportir mebel ke kementerian untuk di data sebagai perusahaan yang sedang mengurus SVLK. Kedua, Asmindo akan memfasilitasi dalam bentuk pendampingan IKM untuk mendapatkan SVLK secara berkelompok.

Agar bisa ikut mendapatkan fasilitasi ini, Yanti mempersilakan IKM-IKM untuk mengajukan diri ke sekretariat Asmindo Soloraya. “Fasilitasi ini gratis, tidak dipungut biaya,” pungkas Yanti. – ian 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *