Sosialisai Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan

JO, Sukoharjo – Berubah ubahnya materi pelajaran di sekolah formal tentang Pancasila, sedikit banyak membuat generasi muda kurang mendapat pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya kalangan siswa atau pemuda yang perlu dicekok’i kembali soal nilai-nilai Pancasila, tapi ternyata sosialisasi tersebut juga harus diberikan untuk para orang tua juga.

Dimisalkan dalam kasus munculnya ‘tandingan –tandingan’ yang marak di Indonesia, seperti pimpinan DPR RI tandingan, Gubernur tandingan dan sejumlah kasus lain yang muncul karena musyawarah mufakat tidak lagi bias tercapai.

“Fenomena yang muncul saat ini, khususnya dalam pemerintahan seperti soal tandingan-tandingan itu menunjukkan mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan roda pemerintahan. Artinya tidak hanya para pemuda, tapi orang tua dan para tokoh dan pejabat negara pun masih perlu diberi penyegaran lagi tentang nilai Pancasila,”ungkap Drs Hassan Suryono, anggota tim penerapan Pancasila Dirjen DIKTI, Sabtu  kemarin di Ramayana Resto, Solo Baru, Sukoharjo.

Hal tersebut diungkapkan Hassan saat menjadi pembicara dalam acara dengar pendapat yang digelar anggota MPR RI, Bambang Riyanto, bersama dengan masyarakat Sukoharjo, dengan tema Empat Pilar Kebangsaan.
“Lunturnya nilai – nilai Pancasila juga dialami oleh para tokoh Negara, pejabat atau orang dewasa lainnya. Maka mereka pun wajib diberi pemahaman kembali. Perlu disegarkan kembali nilai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,”tandasnya.

Anggota MPR RI, Bambang Riyanto dari fraksi Partai Gerindra mengatakan acara dengar pendapat tersebut digelar dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai 4 pilar kebangsaan dalam masyarakat. Bagaimana pengetahuan dan implementasinya didalam masyarakat.

“Kami mengemban tugas sebagai anggota MPR RI untuk menjaring informasi dan masukan dari masyarakat sesuai dengan dapil masing-masing, dengan tema khusus tentang 4 pilar kebangsaan. Disini akan diperoleh informasi sejauh mana masyarakat memahami dan melaksanakannya, juga apa yang masih menjadi pertanyaan dan harapan masyarakat. Hasilnya akan dika laporkan dan menjadi masukand ari MPR RI untuk kebijakan selanjutnya,” ungkap Bambang Riyanto.

Menjelaskan soal adanya ‘tandingan-tandingan’ yang saat ini marak, Bambang menegaskan bahwa kenyataannya di Jakarta tidak seperti yang digambarkan media. “Memang ada beda pendapat tapi perseteruan yang ada tidak seperti yang digambarkan media massa, terlalu di blow up, ya disikapi dengan bijaksana saja,”ungkap mantan Bupati Sukoharjo dua periode tersebut dengan tersenyum simpul.

Dalam acara dengar pendapat tersebut diikuti sekitar 100 warga Sukoharjo, yang terdiri dari perwakilan ormas, organisasi pemuda, masyarakat profesi, dan sebagian partai. Kedepan ditambahkan Bambang, kegiatan sosialisasi serupa akan terus digelar sebagai bentuk kewajiban dan tanggungjawab MPR RI maupun DPR RI. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *