Api Membesar, Hidran Tidak Berfungsi Optimal

JO, Solo – Kebakaran di Pasar Klewer sejak Sabtu (28/12/2014) malam makin sulit dipadamkan. Saat kebakaran terjadi, hidran yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kurang berfungsi maksimal sehingga tak mampu menghalau kobaran api.

Adapun kran hidran yang berada di sisi sebelah barat-selatan bangunan pasar tidak berfungsi sama sekali. Sedang air yang mengalir pada hidran di sebelah barat-utara cenderung tersendat.

Sulitnya pemadaman api membuat polisi was-was. Sebab, banyak barang-barang rawan terbakar di sejumlah kios.

“Yang dikawatirkan justru mesin diesel yang ada di sejumlah toko meledak. Itulah yang saat ini sedang diupayakan dikeluarkan,” jelas Kabag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati, di lokasi.

Sementara itu, area kebarakaran yang semula berada di tengah utara telah merambah ke atas dan ke selatan. Bagian atas sebagian telah ambrol.

Sementara, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memimpin langsung pemadaman api. Pria berkumis tebal tersebut bahkan masih mengenakan busana adat jawa, lantaran barusan menghadiri sebuah acara.

Sampai saat ini puluhan mobil pemadam masih berdatangan untuk memadamkan api yang masih membesar. Listrik di sekitar lokasi dipadamkan bahkan Masjid Agung Solo yang berada di depan Pasar Klewer jadi gelap gulita karena pemadaman listrik.

Cuaca di lokasi turun hujan rintik-rintik. Meski begitu, petugas kebakaran masih kesulitan memadamkan api karena angin berhembus cukup kencang.

Agar api tidak menyebar, petugas kebakaran berusaha membasahi kios Pasar klewer yang belum terbakar. Sedangkan di bagian belakang pasar atau di Los E, awal kebakaran terjadi, sudah ludes terbakar.  – tml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *