Putus Hubungan dengan Rakyat, Bansos Dihapus

JO, Sukoharjo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak setuju rencana penghapusan dana bantuan sosial (Bansos) oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, jika benar dihapus bisa memutus hubungan antara pemerintah dengan rakyat.

“Sudah saya sampaikan kepada teman-teman di Kemendagri agar jangan sampai dihapus. Kalau masyarakat minta bantuan kepada pemerintah dan pemerintah tidak bisa memberikan bisa putus hubungan dengan rakyat. Saya lebih setuju jika membatasi bukan menghapus,” kata Ganjar Pranowo, Senin lalu.

Pembenahan mekanime dan pembatasan bisa digunakan tanpa harus menghapus dana Bansos. Dicontohkan Ganjar, dari APBD untuk belanja modal dan belanja pembangunan sudah selesai dianggarkan 60 persen, sisanya baru boleh untuk dana Bansos.

Dengan adanya keputusan MK terkait peran dewan hanya boleh bicara pada tahap program dan tidak sampai kegiatan, semua usulan masuk kepada pemerintah bisa direspon dengan maksimal. Sehingga dana Bansos ataupun dana hibah bisa digunakan tepat sasaran.

Saat ini, diakui Ganjar, permasalahan terjadi ketika peran utama dari dewan belum selesai, namun pembagian dana Bansos terlebih dulu dilakukan. Sehingga dana hibah ini terkesan tidak tepat sasaran.

“Mestinya harus dilihat dahulu peran utamanya sudah cukup baru masuk ke pemberian dana Bansos, masalahanya saat ini memang perannya belum terlihat, tapi bagi-bagi hibah duluan,” tandas Ganjar Pranowo. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *