Kemendag Cabut Izin Importir Terdaftar

Menteri Perdagangan Racmat Gobel dan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo mengunjungi pasar klewer

JO, Solo – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) dibawah kepemimpinan Rachmat Gobel, kian menunjukkan taringnya. Terbukti Kemendag mencabut Izin operasi terhadap ribuan Importir Terdaftar (IT) untuk produk tertentu. Alasannya, importir-importir tersebut tak disiplin menjalankan kewajiban sebagaimana diamanatkan peraturan menteri perdagangan.

 “Jadi izin operasi yang kita cabut adalah perusahaan-perusahaan yang memegang izin tapi tak mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Seperti mereka tak memberikan laporannya maupun menyalahgunakan izin impor yang diberikan, tapi tak sesuai dengan barang yang di impor,” papar Rachmat Gobel seusai meninjau langsung kondisi Pasar Klewer Solo, Sabtu (3/1/2015).

Menurut Rachmat, selain tak melaporkan sirkulasi barang impor, produk yang diedarkan pun belum memenuhi standar nasional. Sehingga penegakan hukum tersebut akan terus dilakukan guna menciptakan  tertib administrasi dan menciptakan  importir  yang  andal.  Di sisi lain pihaknya ingin importir menaati  aturan  yang  berlaku, sehingga tertib administrasi dan pelaporan. Saat ini, jumlah importir mencapai 20 ribu importir, sedang yang telah dicabut izinnya sekitar 3.000-an importir.

“Mayoritas importir yang kita cabut adalah importir yang tak memenuhi standar nasional industri. Seperti importir makanan dan minuman yang tak memiliki sertifikasi dengan Badan POM. Termasuk importir mainan anak-anak yang tak baik untuk keselamatan, kesehatan, dan keamanan bagi anak-anak. Terutama mainan dengan harga murah yang seringkali memiliki kandungan berbahya,” tegasnya.

Pencabutan izin tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan supremasi hukum dan administrasi. Disamping membuka seluas-luasnya ruang bagi industri nasional. Selain itu, pencabutan izin juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam melindungi keamanan dan kesehatan konsumen. – pra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *