Univet Berpolemik, Mahasiswa Terpecah

JO, Sukoharjo – Kisruh yang muncul di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo kian meluas. Bila sebagian mahasiswa dan civitas akademikan Univet sebelumnya tidak mengetahui munculnya kasus dugaan penyelewengan dana dari pejabat, maka sekarang insyu itu kian meluas. Bahkan sebagian pihak menuding rektor lah yang harus bertanggungjawab dengan masalah tersebut.

Diketahui BEM Univet menggelar diskusi dan memasang spanduk bertuliskan save Trisno Martono (Rektor Univet), oleh sebagian mahasiswa lain mereka meminta spanduk tersebut dilepas. Dan mahasiswa lainnya menggelar spanduk lain yang bertuliskan ‘Turunkan Tresno Martono’, ‘aku ngene mergo kowe Tresno Martono’ dan ‘koruptor harus mati’.

Namun ketegangan tersebut tidak berlanjut, masing-masing kubu menarik diri. BEM melanjutkan diskusi mengenai krisruh yang terjadi di Univet dan mahasiswa non BEM bergerombol di sisi timurnya sambil membentangkan 3 spanduk di atas jalan.

Presiden BEM Univet, Muhammad Ridwan,  mengaku pihaknya menyayangkan terpecahnya mahasiswa Univet atas isu yang masih belum pasti tersebut. “Kami menyayangkan hal ini terjadi, kami (BEM) membuat diskusi dan memasang spanduk bertuliskan ‘save trisno martono’ itu untuk kepentingan bersama, yakni menjaga nama baik Univet dan mengajak mahasiswa berdiskusi menggelar kajian sebelum bertindak, tidak asal saja,” ungkap Muh Ridwan.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Univet mendatangi kantor Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran untuk mempertanyakan kebenaran kasus dugaan korupsi yang dilakukan pejabat Univet. Sekitar pukul 08.00 ada 8 mahasiswa perwakilan masing-masing fakultas melakukan audiensi dan diterima oleh Ketua Umum YPPP Ibnu Widodo.

“Kedatangan kami untuk mempertanyakan kebenaran isu yang ada di beberapa media, yang membuat ada dugaan korupsi di Univet. Kami mendorong pihak yayasan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. jangan sampai membuat nama Univet menjadi tercoreng,” kata Agus Sumardi dan Riris Prabowo, dua mahasiswa FKIP mewakili mahasiswa lain.

Agus mengatakan pihak yayasan belum bisa memberikan informasi karena masih dalam proses penyelidikan internal.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa muncul setelah hari Sabtu kemarin sejumlah media massa memuat berita mengenai selebaran gelap soal ada dugaan korupsi yang dilakukan pejabat Univet Sukoharjo, yang sangat meresahkan kampus Univet. dlam selebaran gelap tersebut beredar isu ditujukan pada Rektor Univet yang diduga menjadi penanggungjawab atas kasus korupsi yang disangkakan dalam selebaran tersebut. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *