Pertumbuhan Bisnis 2015 Membaik

JO, Solo – Tahun 2014 telah bergant, dan boleh dikatakan merupakan tahun terpanas bagi sektor politik. Hal ini tidak dapat dijauhkan dari konflik antara dua kubu, yaitu antara kubu Koalisi Merah Putih dan Indonesia Hebat.

Dan, akibatnya kegaduhan politik di parlemen dinilai membahayakan kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan bangsa di sektor ekonomi maupun politik di tahun ini.

Pada sektor ekonomi di tahun 2015 akan menghadapi tantangan yang cukup besar. Hal ini karena diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Ini merupakan tantangan yang siap tidak siap harus dihadapi, dan menjadi peluang bagi pebisnis dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki,” papar Edwin Jayandaru, Ketua Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) Komda Solo, pada Forum Bisnis Solo Pas Fm, di Pringsewu Resto. Kamis (22/1/2015)

Peluang di pasar modal akan semakin menjanjikan, adanya kebijakan pemerintah yang tegas menenggelamkan kapal penangkap ikan ilegal di Indonesia, praktis menumbuhkan kepercayaan emiten di sektor maritim.

Sementara itu disepanjang tahun 2014, kinerja pasar saham lewat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa dibilang memuaskan. Bahkan pada bulan September 2014, saham sempat mencetak rekor tertinggi yaitu 5.262 poin 568.

Forbis jan 2015“Di tahun 2015, IHSG akan menemui beberapa hambatan dari sektor global. Namun hambatan ini juga sekaligus dapat dijadikan sebuah kesempatan bagi pertumbuhan dibeberapa sektor penggerak IHSG,” tambah Edwin.

Sementara, prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 akan mencapai 5,3 persen, atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang 5,6 persen. Hal ini salah satunya adalah akibat defisit transaksi yang masih akan terjadi. Namun beberapa saham infrastruktur dinilai lebih menjanjikan adanya sejumlah proyek pemerintah dan swasta pada anggaran tahun ini.

Deputi Kepala Perwakilan Bidang Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Solo, Arif Nazaruddin, menyatakan dalam menghadapi MEA 2015 sektor perdagangan dan jasa merupakan salah satu sektor yang harus siap bersaing dengan sektor perdagangan dan jasa dari negara Asean lainnya.

“Secara global pertumbuhan ekonomi dan keuangan di kota Solo, relatif membaik dibanding sebelumnya, meskipun sempat terganggu namun signifikan tidak terpengaruh,” ujarnya.

“Kondisi politik saat ini, cenderung stabil, gejolak KIH dan KMP pun, juga sudah selesai, harapannya iklim berusaha di Kota Solo pun tak jauh berbeda, meskipun tahapan pilkada 2015 sudah dimulai Februari ini,” papar Supriyanto, DPRD Kota Solo.

Diskusi reguler pada bulan Januari ini, mengambil tema Outlook Bisnis 2015 dipandang dari sudut ekonomi, politik dan pasar modal, menghadirkan pakar pasar saham Edwin Jayandaru dari UOB Kay Hian Sekuritas, Arif Nazaruddin Bank Indonesia Solo dan Supriyanto anggota DPRD Solo. – pra

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *