Waspada Banjir Susulan

JO, Sukoharjo – Hujan yang menguyur Sukoharjo dan wilayah disekitar Sukoharjo sejak Kamis (19/2) siang kemarin mengakibatkan sejumlah sungai di Sukoharjo tak mampu lagi memuat volume air, akibatnya sungai meluber dan masuk ke kampung-kampung. Mulai pukul 01.00 dini hari Jumat kemarin mulai dilakukan evakuasi di sejumlah wilayah seperti Nusupan Grogol, Kesongo, Gadingan dan Laban di kecamatan Mojolaban. dalam bencana banjir tersebut, sedikitnya ada 15 desa dan 3500 warga terdampak korban banjir.

Terdata, korban banjir di Kecamatan Mojolaban, Desa Tegalmade 285 warga, Laban 328 warga, Plumbon 70 warga, Gadingan 800 warga. Di Kecamatan Grogol, Desa Kadokan 1.006 warga, Telukan 150 warga, Langenharjo100 warga, Grogol 300 warga, Madegondo 300 warga, Pandeyan 100 warga dan Kwarasan 300. Sedangkan di Kecamatan Sukoharjo, Kelurahan Joho 15 warga, Jetis 46 warga dan Sukoharjo 30 warga.

Kepala BPBD SUkoharjo, Suprapto, menjelaskan banjir ini terjadi karena tingginya muka air Sungai Bengawan Solo sejak Kamis sore. Hal ini mengakibatkan aliran air di anak-anak Sungai Bengawan Solo tidak bisa masuk sehingga meluap ke pemukiman penduduk.

“BPBD sudah melakukan antisipasi, sempat ada evakuasi warga, meskipun hanya beberapa jam saja dan saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing. Bantuan tenda dan logistic sudah siap semua dan kami masih melakukan pemantauan melihat cuaca masih belum bersahabat,” ungkap Suprapto. Tim yang melakukan siaga selama waspada banjir terdiri dari BPBD, SAR, TNI, Polri, ormas dan organisasi pemuda juga DKK. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *