Univet Di Guncang Selebaran Gelap

JO, Sukoharjo – Kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo beberapa hari ini dibuat resah dengan munculnya selebaran gelap yang bertuliskan “Daripada diturunkan, dipecat, dan terjadi gerakan besar-besaran, para koruptor uang mahasiswa lebik baik secara jantan,sportif, mengundurkan diri dari jabatan yang dipangkunya”. Selebaran yang ditulis dalam huruf capital semua tersebut ditemukan di sejumlah lokasi, seperti di depan pintu, dalam ruang kuliah maupun disudut kampus.

“Saya dapat selebaran ini dari tukang bersih-bersih,informasinya banyak sekali di sejumlah tempat. Tidak ada penulis yang bertanggung jawab. Isinya provokatif dan meresahkan kalangan kampus.” kata Ketua BEM Univet Muhammad Ridwan, beberapa waktu lalu.

Menurut Muhammad Ridwan, dari isi selebaran gelap tersebut, merupakan lanjutan isyu soal upaya penggulingan Rektor Univet Bantara, Trisno Martono yang sudah terdengar sejak pertengahan tahun 2014. Diketahui isu penggulingan Prof Trisno Martono Rektor Univet Bantara dua periode tersebut sudah muncul lama, sejak meninggalnya ketua Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran, Bagyo Broto Sejati pada awal September 2014 yang lalu. Indikasinya ada pihak yang menuding Trisno Martono tersangkut korupsi dana yayasan juga dana mahasiswa.

“Selebaran gelap penggulingan rektor ini jadi memperkeruh suasana kampus Univet saja, kami siap menyelidiki siapa yang membuatnya. Karena selama ini kampus Univet sangat kondusif dan maju,” kata Ridwan.

Namun menurut informasi dari salah satu sumber orang dalam Univet, dugaan korupsi sejumlah pejabat di Univet menguat. Diduga Rektor dan sejumlah dosen dan pejabat lainnya melakukan penggelapan dana yang nilainya hingga milyaran. “Informasinya memang ada indikasi korupsi dana yayasan dan mahasiswa yang dilakukan Rektor dan pejabat lain, katanya sampai milyaran, tapi pastinya saya tidak tahu. Silahkan konfirmasi pada yayasan saja, mereka pasti tahu yang sebenarnya.”ungkap sumber yang tidak mau namanya disebutkan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran, Ibnu Widodo saat dimintai keterangan di kantor Yayasan enggan berkomentar banyak.
“Soal ini (isyu korupsi Univet) saya tidak bisa berkomentar banyak. Ini urusan rumah tangga kami,” kata Ibnu Widodo. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *