Penimbunan Batu Bara Ilegal Disoal

JO, Sukoharjo – Masyarakat Parangjoro dikejutkan dengan keberadaan timbunan batu bara di wilayah Dukuh Menur, desa Parangjoro kecamatan Grogol, Sukoharjo, tepatnya di sebelah timur SMKN 3 Sukoharjo. Menempati lahan sekitar 2 hektar timbunan berton-ton batu bara yang membentuk gundukan gunung gunung tersebut diketahui dibawa oleh puluhan truk fuso sejak Kamis (26/3) malam sekitar pukul 20.00. Sampai Sabtu (29/3) malam truk fuso masih berdatangan, hingga memacetkan sepanjang jalan Parangjoro – Pasar Cuplik, hingga jalan Telukan.

“Jumat pagi, saya mendapat laporan dari warga soal kedatangan truk tersebut. lalu saya hubungi pihak investor dari PT Perdana Rejeki Mandiri (PRM), oleh pihak investor meminta agar barang bisa masuk dulu untuk ijin masih dalam proses. Saya merasa kecolongan, karena saya belum merasa memberikan ijin.” Ungkap Senen Purwomiharjo, Kepala Desa Parangjoro, Senin (30/3) kemarin saat ditemui sejumlah wartawan di Balai Desa.

Diakui Senen, beberapa minggu sebelumnya ia didatangi oleh Nugroho, wakil dari PT PRM, yang mengajukan ijin untuk menggunakan lahan di wilayah dukuh Menur Rt 2 RW 6 yang dimaksud, untuk lokasi transit batu bara sebelum dikirim ke PT Sritex.

“Kata Nugroho, hanya dijadikan lokasi transit batu bara yang dikirim dari Pelabuhan di Semarang untuk kemudian disetorkan ke Sritex. Anehnya lagi pihak investor memberikan saya salinan ijin lokasi tahun 2009 untuk gudang garmen, bukan untuk gudang atau penimbunan batu bara,” Imbuh Senen.

Namun sebagian besar warga tetap menolak wilayahnya dijadikan lokasi penimbunan batu bara tersebut, apalagi warga mengetahui kalau pihak desa belum memberi ijin.

Sabtu siang warga wilayah kadus 2 dan kadus 3, terutama dukuh Menur, menggelar pertemuan yang hasilnya melakukan penolakan atas lokasi penimbunan batu bara di wilayah mereka, dan menuntut agar batu bara tersebut segera dipindahkan dari wilayah Parangjoro.

“Warga memutuskan mulai Sabtu sore kemarin, pengiriman batu bara dihentikan. Bahkan warga juga membuat barikade palang agar truk fuso tidak masuk ke jalan desa. Sampai kapan penolakan ini kami juga tidak tahu, mungkin sampai ada ijin resmi yang turun dari warga dan pemerintah,” Ungkap Senen.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Sukoharjo juga mengaku kecolongan adanya lokasi penimbunan batu bara di desa Parangjoro tersebut.

“BLH baru mendapat informasi Senin pagi ini dari warga. Kami langsung menerjunkan tim untuk mengecek lokasi. kita pastikan benar bahwa lokasi penimbunan batu bara tersebut illegal.” Ungkap Suraji, Kepala BLH Sukoharjo, Senin kemarin.

Suraji menambahkan selama ia menjabat sebagai kepala BLH, belum pernah ada pengajuan ijin soal penimbunan batu bara di wilayah Sukoharjo. Menindaklanjuti temuan tersebut, hari Rabu (1/4) dijadwalkan akan memanggil PT Perdana Rejeki Mandiri (PRM). Untuk dimintai keterangan soal praktek penimbunan batu bara illegal tersebut. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *