Holcim Rintis Kampung Inggris

Pertama di Cilacap  – Anak-anak di RW 4 antusias mengisi absensi sebelum mengikuti pelajaran tambahan bahasa inggris di RW 4 Karangtalun.

JO, Cilacap –  Salah satu upaya untuk meningkatkan indek prestasi dalam mata pelajaran bahasa inggris, Holcim Indonesia melakukan terobosan dengan merintis sebuah metode belajar bahasa inggris dengan membentuk Kampung Inggris di RW 4 Kelurahan Karangtalun Kecamatan Cilacap Utara, Minggu 5 April 2015.

Selanjutnya anak-anak tersebut akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan berbahasa inggris. “Untuk sukses Kampung Inggris, saat ini kami menyediakan 3 pengajar bahasa inggris dan mereka akan mendedikasikan diri agar anak –anak di RW 4 mempunyai kemampuan lebih di bidang bahasa inggris dengan metode yang sederhana dan menyenangkan,” terang Deni Nuryandain Corporate Communication.

Anak-anak dikampung inggris,
Anak-anak dikampung inggris,

Sebagai pilot projek, tambahnya, saat ini sudah ada lebih dari 60 siswa di RW ini akan mengikuti pelajaran tambahan bahasa inggris, mereka adalah para siswa SD,SMP dan SMU. Dalam pelaksanaanya akan dibagi menjadi 4 kelompok, SD kelas 1-3, kelas 4-6, SMP dan SMU, tambahan pelajaran ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu jam 14.00 -16.00 untuk SMP,SMA dan hari minggu untuk SD jam 09.00 -11.00

Selain tenaga pengajar, para siswa yang mengikuti pelajaran tambahan bahasa inggris akan memperoleh fasilitas lain berupa materi dan tempat kegiatan belajar mengajar yang dipusatkan di PAUD Pos Daya Harapan Mulya. Kegiatan ini tidak dipungut biaya dan sekaligus memberikan kesepatan kepada warga yang pernah bekerja diluar negeri untuk bisa menjadi tenaga pengajar dan berbagi ilmu mengenai kemampuan bahasa inggris.

Harapan kedepan, di RW 4 ini akan terbentuk sebuah prestasi baru dimana anak-anak memiliki kemampuan atau kompetensi bahasa inggris yang baik dan menjadikan wilayah ini sebagai pusat belajar bahasa inggris dan menjadi contoh bagi yang lain. Tiga materi utama pengajaran yaitu percakapan ( speaking ) mendengarkan ( listening ) dan menulis (writing ) menjadi fokus untuk para siswa selama mengikuti tambahan pelajaran bahasa inggris.

:”Jangka pendeknya, diharapkan para siswa akan memiliki prestasi baik dalam bahasa inggris yang merupakan mata pelajaran penting dan masuk dalam Ujian Nasional (UN),” pungkas Deni. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *