MEA Tantangan Berat Pelaku UMK

JO, Solo – PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, didirikan sebagai bagian dari solusi strategis pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). Solusi ini pada akhirnya dapat melahirkan pelaku-pelaku UMKMK yang tangguh, mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Sejak tahun 2009, PNM mendiversifikasi sumber pendanaannya melalui kerjasama dengan pihak ketiga yaitu perbankan dan pasar modal. Hal ini sekaligus juga membuktikan bahwa dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai penggerak sektor UMKMK, PNM menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan best practices dari sebuah perseroan terbatas yang memiliki komitmen nyata untuk mencapai kemandirian dan martabat yang lebih baik bagi bangsa.

Temu UMK Jawa Tengah ini selain di hadiri oleh Komisaris Utama PT PNM (Persero) Prasetijono Widjojo dan Direktur Utama Parman Nataatmaja, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko. Pjs Walikota Solo, Budhi Suharto dan GPH Puger dari Keraton Kasunanan Surakarta, serta Anggota Komisi VI DPR RI, Aria Bima. Acara pesta rakyat ini sedikitnya dihadiri 4.000 orang dimana 1.500 nya adalah pelaku UMK mitra dan nasabah ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro PNM. Diselenggarakan di Alun Alun Kidul Keraton Surakarta. Minggu (6/9/ 2015).

Sebagai lembaga profesional dibidang pemberdayaan UMK, PNM hendaknya selalu berupaya untuk membantu dalam bentuk apapun bagi para pelaku UMK sesuai dengan kebutuhan mereka terlebih mengahdapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Diberlakukannya MEA akan menjadi tantangan berat bagi UMK kedepan, maka berharap melalui acara pesta kerakyatan seperti ini, bisa sebagai batu loncatan pelaku UMK binaan ULaMM PNM semakin percaya diri menghadapi persaingan,” terang Aria Bima, Anggota DPR RI Komisi 6, saat ditemui dipenyerahan stan terbaik Temu UMK Jawa Tengah.

Selain itu, Aria Bima berharap pelaku UMK untuk meng-eksplor dan mempromosikan produknya secara besar-besaran sehingga akan semakin dikenal oleh khalayak.

“Saya menghimbau, ULaMM PNM dalam membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil harus dapat menjadi ikon se Jawa Tengah, karena selain program pembiayaan, juga ada program dimana para nasabah akan didampingi dibina sampai produknya berhasil di pasaran dan memiliki kualitas yang baik,” tambah Aria Bima.

Adanya program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) diharapkan dapat memberikan inspirasi, motivasi dan edukasi bagi pelaku UMK agar dapat menghasilkan serta mengembangkan produknya kearah yang lebih baik. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta memperluas eksistensi jaringan usahanya. – ian



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress