Disdikpora Gelar Pameran Gelar Karya Pendidikan Non Formal

Workshop Pendidikan Dan Pelatihan Teknik Dan Kejuruan Asia Tenggara

JO, Solo –  Workshop Pendidikan Dan Pelatihan Teknik Dan Kejuruan Asia Tenggara, diselenggarakan di Lorin Solo, Kamis (10/09/2015). Acara bertaraf regional Asia Tenggara yang bertajuk workshop SEA TVET dengan nama “Internsionalization and Harmonization of TVET in Southeast” (Internasionalisasi Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan di Asia Tenggara).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK (Dit PSMK), Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI bekerjasama dengan South-east Asian Ministers Of Education Organisation (SEAMOLEC) Secretariat, Bangkok, Thailand, SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Jakarta, SEAMEO Regional Centre for Vocational and Tecnology (SEAMEO VOCTECH), Brunei Darusasalam, dan Deutscher Akademischer Autousch Dienst (DAAD, German Academic Exchange Service), Jakarta.

Sejumlah pakar, praktisi, dan pelaku industri yang berasal dari dunia vokasi dalam lingkup nasional maupun regional diundang pada kegiatan tersebut, baik sebagai pembicara, moderator, maupun peserta. Acara ini merupakan rangkaian dari ide besar mempersatukan TVET di seluruh negara-negara di Asia Tenggara dalam satu wadah bersama yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pertukaran siswa/mahasiswa (student mobility), serta sebagai sarana untuk pengetahuan teknologi, pengalaman, maupun kesempatan magang bekerja di negara-negara ASEAN.

Diawali dari SEAMEO Strategic Dialogue of Ministers (SDEM) yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2014 di Vientiane, Laos yang menghasilkan kesepakatan berupa 7 area prioritas dari SEAMEO untuk periode 2015-2035. Salah satu dari ke tujuh prioritas tersebut adalah mempromosikan TVET yang berfokus pada daya kreativitas dan inovasi.

Paris selaku Direktur Pembelajaran Kementrian Desain Teknologi dan Pendidikan Tinggi memaparkan bahwa “kita DAAD sudah melakukan pertama kali stepnya adalah student exchange, setelah student exchange sudah lama mengenal kita melakukan join degree sehingga kami tahun ini banyak sekali melakukan kurikulum kolborasi diantara negara-negara ASEAN.”

Harapan untuk kedepannya semoga kolaborasi ini akan berjalan sangat signifikan dan cita – cita student exchange mencapai 10000 dapat terlaksanakan. dya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress