PKK Kestalan Refresing ke Semarang

JO, Semarang – Pada hari Minggu 13 September 2015, keluarga besar Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta berupaya meluangkan waktu berwisata melepas kepenatan dan kejenuhan selama menjalankan aktivitasnya selama ini, selain untuk refresh hati dan pikiran kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali persaudaraan diantara masing-masing seksi diorganisasi tersebut.

Kunjungan diawali ke Lawang Sewu Semarang, merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.

Salah satu lorong Lawang Sewu

Salah satu lorong Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

Perjalanan berlanjut menuju Masjid Agung Jawa Tengah, “Setelah sholat Dhuhur kami menuju ke Menara Asmaul Husna naik lift ke lantai 19. Betapa Allah maha besar dari puncak menara kami bisa melihat keindahan pemandangan kota Semarang , hamparan perumahan sampai laut nya, nampak dari atas menara, angin yang bertiup sangat kencang membuat kami tak bisa berlama lama di puncak menara karena khawatir masuk angin,” ujar Atik, dari pokja mengomentari.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah

Tujuan selanjutnya ke obyek wisata alam Bandungan sembari menuju pulang, Bandungan, memang lokasinya sedikit terpencil, menepi dari hiruk pikuk kesibukan khas kota besar. Tapi kesan dan sensasinya luar biasa dan enggan untuk segera beranjak dari sana. Meskipun berada di Kabupaten Semarang yaitu sebelah selatan ibu kota, sebenarnya adalah sebuah kecamatan di kaki gunung Ungaran dan termasuk dalam area Semarang atas. Adalah wisata alam yang menyejukan, awalnya adalah sebuah kecamatan sebagai pusat jual beli aneka jenis sayur mayur dan buah-buahan dari petani asli yang menyuplai sebagaian besar kebutuhan buah dan sayur pada penduduk Semarang.

Karena letaknya didataran tinggi, sangat cocok untuk budidaya sayur mayor dan buah-buahan yang menyegarkan. Kini pasar Bandungan telah menjadi salah satu objek wisata yang menjadi tujuan para pelancong yang singgah di kota Semarang. Tidak hanya pasarnya yang dibangun sedemikian rupa menjadi lebih rapi dan bersih, tapi pemerintah kemudian memaksimalkan segala potensi alam yang mungkin “dijual” dari salah satu tempat wisata Semarang ini.

“Disini anda bisa memborong sayur dan buah segar dari pasar Bandungan dengan harga sangat murah, dikarenakan diambil langsung dari petani,” kata Ibu Mulyati, salah satu peserta.

Selain pasar yang terkenal itu, ada juga objek wisata candi yang letaknya tidak jauh dari lokasi pasar. Candi Gedung Songo namanya, berupa bangunan bersejarah berupa candi berjumlah sembilan yang letaknya berjauhan, jadi tidak berkumpul jadi satu. – ati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger