Wejangan Sang Bapak UMKM Kepada Nasabah Binaan ULaMM PNM

Nasabah ULaMM PNM saat diterima dan berdialog langsung dengan Sang Bapak UMKM  di ruang kerjanya. Kamis (10/9/2015.

JO, Jakarta  – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai BUMN yang dikhususkan melakukan pengembangan UMKM melalui perpaduan aktifitas Jasa Pembiayaan dan Jasa Manajemen (Program Pengembangan Kapasitas Usaha – PKU).

Direktur Utama PT PNM (Persero), Parman Nataatmadja secara langsung memimpin kontingen yang terdiri atas beberapa nasabah UlaMM PNM, dan turut serta pula Jajaran Dewan Komisaris PT PNM (Persero) berkunjung ke kantor Bappenas untuk bertemu langsung dan mendengarkan arahan serta motivasi dari Menteri PPN / Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Pertemuan sederhana tersebut disambut hangat oleh Sofyan Djalil di ruang kerjanya. Kamis (10/9/2015).

“Sebuah kehormatan sekali kami dapat diterima dan dapat berdialog langsung dengan beliau di ruang kerjanya ini, dan memberikan pengalaman tersendiri bagi nasabah kami” tambah Parman.

Sedikitnya 10 Nasabah binaan yang memiliki usaha berbeda terdiri atas, pengusaha tape ketan, pembuat keripik slondok, pembuat rempeyek, seniman pengrajin batik, seniman pengrajin endek Bali, hingga petani ikan lele. Seluruh nasabah satu persatu dapat melakukan dialog secara langsung dengan pak menteri. Adapun dialog pada sore itu disajikan secara ringan namun padat, mengingat jadwal menteri yang cukup padat terkait beberapa program pemerintah yang tidak dapat ditinggalkan pasca reshuffle.

Tiap nasabah UlaMM PNM menjelaskan profil usaha serta berbagi cerita pengalaman dan suka duka dalam menjalani usaha selama ini di depan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Tanggapan antusias serta bahagia terlihat dari reaksi Sofyan Djalil ketika mengutarakan beberapa pertanyaan serta usulan kepada tiap masing-masing nasabah UlaMM PNM sembari mencicipi beberapa produk yang dihasilkan oleh nasabah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil mengatakan bahwa tren kedepan pelaku UMK harus bisa mandiri dan membentuk jaringan usaha atau bersinergi dengan pengusaha lain. “Ingat lho bapak-bapak, bahwa fenomena pasar global sudah semakin dekat di depan mata, jangan sampai produk lokal kita kemakan dan akhirnya musnah karena adanya invasi produk beragam dari mereka,” tegasnya.

“Belajarlah dari Cina, Korea, Jepang bahkan Thailand bagaimana UMKM mereka dapat berkembang,” sambung Pak Menteri.

Nasabah Binaan ULaMM PNM berfoto bersama Pak Menteri usai berdialog

Nasabah Binaan ULaMM PNM berfoto bersama Pak Menteri usai berdialog

Bersama di ketahui bahwa Cina saat ini adalah negara yang mulai ditakuti oleh negara-negara lain, bahkan negara maju seperti Amerika. Kehebatan serta keberanian pelaku UMK negara tersebut dalam menguasai pasar global tidak lepas dimulai dari sebuah kata yaitu “Pantang Menyerah”.

“Semangat pantang menyerah itulah yang perlu kita ambil dan kita tiru dari negara berkembang seperti Cina,” katanya lebih lanjut, bukan hal lainnya. Wejangan sang bapak UMKM ini betul-betul dimanfaatkan dan diresapi oleh nasabah binaan UlaMM PNM.

Bahkan Sofyan Djalil sangat berapi-api dalam setiap paparan serta motivasi dan juga berbagi pengalamannya kepada nasabah UlaMM PNM dalam menjalani usahanya.

Ditambahkan Parman Nataatmaja, bahwa manfaat pembiayaan serta Jasa manajemen UlaMM PNM telah dinikmati sebanyak 250 ribu pelaku UMK seluruh Indonesia, dan harapannya sampai 2019, ULaMM PNM harus sudah sampai 1 Juta 200 ribu pelaku UMK dengan memiliki berbagai latar belakang usaha yang berbeda-beda.

“Bentuk komitmen kami sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan UMKM, kami telah menambahkan kantor layanan hingga ke pelosok yang menyebar hingga 2,900 Kecamatan seluruh Indonesia, kedepan hingga 2019 kami akan meresmikan 1.200 kantor layanan.”pungkas Parman. – ian

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress