Lebih Plong dan Nyaman

Aline Lidya

JO, Solo – Apresiasi terhadap peringatan internasional ‘no bra day’ setiap 13 Oktober, ternyata tak harus dilakukan secara vulgar. Karena peringatan tersebut merupakan budaya barat. Apalagi di Solo masih sangat kuat memegang tradisi ketimuran.

Namun mayoritas perempuan Indonesia termasuk di Solo sebenarnya telah melakukan ritual ‘no bra day’. Hanya saja ‘waktu dan tempatnya’ berbeda. Dan yang pasti ‘aksi itu’ tak akan dilakukan di tempat umum maupun ke kantor.

Seperti yang pernah dilakukan Aline Lidya. Kendati tak ikut merayakan momen internasional tersebut. Namun dirinya mengakui bahwa sebenarnya peringatan tersebut punya manfaat bagi kesehatan perempuan. Hanya saja memang ‘aksi itu’ tidak lazim kalau dilakukan saat berada ditempat umum maupun ke kantor.

“No bra day memang budaya barat. Sedang kultur Indonesia memang tak lazim kalau kegiatan itu diperingati. Saya sudah tahu momen no bra day sejak lama. Bagi saya kegiatan ini cocok dilakukan saat dirumah. Karena kurang pas kalau dilakukan ditempat umum, tempat keramaian maupun ke kantor,” papar perempuan kelahiran 5 Agustus 1984, kemarin.

Meski Aline tak ikut ikutan memperingati momen itu. Namun dirinya punya ‘ritual’ serupa yang dilakukan dirumahnya. Terutama setelah pulang kerja dan diatas pukul 21.00 WIB. Ya, Aline juga melakukan ritual no bra, demi menjaga kesehatan bagian vitalnya pada saat tidur. Karena aktivitas itu diyakini bisa mencegah penyakit kanker payudara.

“Kalangan perempuan Indonesia biasanya sudah melakukan kegiatan no bra day di rumahnya. Saya pribadi juga sering melakukan kegiatan ini dirumah. Karena aktivitas itu sebenarnya sangat baik untuk kesehatan. Dan yang pasti sensasinya luar biasa, yaitu nggak sesak, lebih plong dan nyaman,” jelas pemilik berat badan 58 kilogram dan tinggi 163 centimeter ini. – edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *