Ganti Rugi Bangunan Wiryodingrat Telah Dibayarkan

M. Sri Kalono, wakil T155

JO, Solo – Tim Investigasi Sengketa Sriwedari (T155) sebagai gabungan berbagai elemen di masyarakat Solo Raya, selain menyampaikan surat RVE 295 yang tidak pernah di perlhatkan selama persidangan juga surat keterangan dari departemen agraria tahun 1964.

Bahwa luasan tanah sengketa yang tertuang dalam surat tersebut 34.250 meter persegi serta sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas nama ahli waris Wiryodiningrat sejumlah 72 orang.

“Semua dokumen menunjukkan bahwa luasan tanah yang disengketakan tersebut 34.250 meter persegi, sesuai dengan RVE, ini poin pertama yang harus dipahami,dan kedua bahwa RM Wiryodiningrat hanya sebagai under mayor,” terang M. Sri Kalono, wakil T155, saat ketemu wartawan. Selasa (15/3/2016)

M. Kalono, yang saat ini juga menempuh S3 Hukum di Semarang ini menambahkan, bahwa pada tahun 1964 oleh mewakili ahli waris Wiryodiningrat, ada RM. Sumo Hartono anak RM Wiryodingrat, RMT Purwonagoro dan KRMT Pangeran Martodiningrat cucu RM Wiryodingrat, menyatakan tidak mempunyai maksud menuntut kembalinya tanah tersebut berikut bangunannya untuk dipergunakan sendiri ataupun diperjualbelikan ke pihak lain tapi hanya menginginkan agar walikota kepala daerah mengambil kebijaksanaan agar mendapatkan ganti kerugian, untuk dipergunakan sesuai dengan peraturan yang ada guna mendapatkan bekal hidupnya para ahli waris tersebut sekeluarga masing-masing yang sedang menderita.

“Itu merupakan surat dari ahli waris Wiryodiningrat yang dikirim kepada Walikota selaku Kepala Daerah Kotapraja di Surakarta, sehingga anak cucu ahli waris tidak menuntut” tegas Kalono.

Pada tahun 1987, tambah Kalono, setelah acara gugatan atas lahan tersebut diterbitkanlah berita acara pelaksanaan pembayaran ganti kerugian yang ditanda tangani oleh Hartomo selaku Walikotamadya Surakarta dan Drs. RMPS Mardanus sebagai kuasa kelompok waris putra dari Alm. RMT Wiryodingrat.

“Ganti kerugian yang diterimakan pada waktu itu 23 juta, sebagai ganti kerugian bangunan milik Alm. Wiryodingrat yang berdiri diatas tanah negara bekas HGB No 22 yang terletak di Kelurahan Sriwedari,” jelasnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *