Rudy : Dana Hibah Museum Radya Pustaka Sudah Turun

Radya Pustaka. (800 x 600)

JO, Solo – Walikota Solo, Rudy Hadiatmo memastikan, masalah tunggakan gaji karyawan Museum Radya Pustaka terselesaikan, karena dana hibah sebesar Rp 300 juta dari APBD Kota Solo, jawa Tengah, sudah turun.

Pada termin pertama ini, baru 40 persen dari total 300 juta yang dicairkan. Pencairan dana hibah ini menurut Rudy, dasarnya UU nomer 11/2010 tentang cagar budaya.”Hari ini turun. Dana yang turun ini nantinya untuk gaji, operasional dan perawatan museum, ” jelas Rudy, Selasa (19/4/2016).

Sekretaris Komite Radya Pustaka, St Wiyono, menyebutkan jumlah dana hibah untuk pengelolaan museum tahun ini sudah turun. Jika sebelumnya, bantuan yang diterima Museum sebesar 400 juta, namun untuk tahun 2016 hanya sebesar 300 juta.

“Tahun ini dana hibah turun jadi Rp 300 juta. Dana itu turun dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama ini saya belum tahu berapa. Yang jelas, dana hibah ini nantinya untuk pembayaran gaji yang menunggak 4 bulan dan perawatan,” ujar Wiyono.

Dalam penjelasannya, dia mengatakan, kebutuhan gaji untuk 12 karyawan per bulan sekitar Rp 17 juta. Kemudian, untuk listrik sekitar Rp 4 juta dan perawatan museum Rp 4 juta.

“Kalau kemarin itu dana hibah Rp 400 juta, yang paling banyak digunakan untuk digitalisasi naskah kuno,” jelas St Wiyono.

Sebelumnya, lantaran tidak mampu membayar gaji karyawan, Museum yang dibangun kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwono X ini, sempat tutup selama 3 hari, mulai Rabu, 13 April 2016, hingga Jumat, 15 April 2016. Setelah adanya jaminan pencairan dana hibah dari Walikota, Radya Pustaka kembali beroperasi pada Sabtu, 16 April 2016. – nug


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger