PNM Tingkatkan Kinerja Pelaku UMK Solo

PNM - PKU

Kiat Sukses Pengusaha Tahan Banting Binaan PNM

JO, Solo – Peranan Lembaga Keuangan non bank di indonesia menjadi salah satu elemen utama dalam menunjang keberhasilan berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah tanah air, karena selain memberikan jasa pembiayaan kepada para pelaku UMK lembaga keuangan non bank juga memberikan jasa pendampingan usaha secara berkelanjutan agar kedepannya pelaku UMK mampu bersaing di kancah global.

Menyadari akan pentingnya hal tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) selaku lembaga pembiayaan dan jasa manajemen milik pemerintah yang difokuskan untuk memberdayakan UMKM melalui cabang Solo melaksanakan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi nasabah Prioritas Binaan PNM Cabang Solo. Sabtu (14/5/2016)

Pelatihan dengan tema “Kiat Sukses Pengusaha Tahan Banting Binaan PNM” diikuti oleh 250 nasabah dan calon nasabah PNM dari 5 kabupaten, yakni Sragen, Klaten, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta.

Pada pelatihan kali ini, PNM cabang Solo menghadirkan 2 orang nasabah yang telah sukses dalam merintis usaha sebagai pembicara sekaligus motivator yaitu Joko Harsono pengusaha distributor air bersih dan Sri Sumarni pelaku usaha beras organik.

Executive Vice President PT Permodalan Nasional Madani (persero) Arief Mulyadi menjelaskan bahwa selain sebagai wadah pendampingan, kegiatan pelatihan dan pembinaan usaha ini merupakan wadah promosi dan informasi produk serta kerjasama antar nasabah ULaMM sehingga berdampak positif terhadap bisnis maupun perseroan.

“Nasabah akan dibimbing, diberi pelatihan serta motivasi dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari sisi produksi, distribusi, dan pemasaran.” ujar Arief Mulyadi .

Ia menambahkan jika konsep pendampingan dan pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi pelaku UMK, karena dengan adanya sarana berupa pelatihan dan pendampingan usaha tersebut kedepannya dapat menjembatani para pelaku usaha untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antar pengusaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai inisiatif nasional dalam mengembangkan sektor UMKM di Tanah Air.

“Karenanya kami punya kepentingan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha di wilayah Solo Jawa Tengah agar lebih efisien dan efektif, mengingat Solo memiliki catatan yang amat positif dalam pertumbuhan usaha mikro kecil.” Tambahnya

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (persero) Gung Panggodo menambahkan pencapaian yang telah diraih PNM cabang Solo terus menunjukan kinerja positif, terbukti pada penutupan April 2016, secara akumulatif sejak awal beroperasi pada tahun 2012 telah membukukan penyaluran sebesar Rp 574,582 Milyar dan dimanfaatkan oleh 8.492 pelaku UMK se-kota Solo.

PNM cabang Solo hingga kini memiliki 17 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang wilayah pembiayaannya mencakup 5 kabupaten. Yakni ULaMM Bekonang, Boyolali Karang Gede, Boyolali Kota, Daleman Syariah, Delanggu, Jaten, Karang Pandan, Klaten Pedan, Masaran, Pasar Gondang Sragen, Pasar mangu Solo, Pasar Simo Boyolali, Pasar Gading Solo, Sambungmacan, Sragen, Sragen Gemolong, dan Sukodono. – ian


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger