HMPS BK Unisri Gelar Seminar Nasional

JO, Solo – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling (HMPS BK) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Selasa (24/5/2016) bertempat di Ruang Seminar Lantai III, menggelar seminar nasional “ Menyiapkan Calon Guru Bimbingan dan Konseling yang Berdaya Saing Global Guna Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN “.

Seminar diikuti 150 peserta, terdiri para mahasiswa, dosen, guru dan masyarakat umum, menghadirkan narasumber, Pengurus Asosiasi Bimbingan Konseling (ABKIN) , Dr. Ali Murtadho M.Pd dan Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Unisri, Dr. Hera Heru S.S, MPd.

Secara resmi seminar dibuka Wakil Rekor Bidang Akademik, Drs. Rispantyo, Msi. Dalam sambutannya mengharapkan kepada peserta seminar , khususnya para mahasiswa dan tenaga pendidik, tidak cukup bila hanya memiliki kepandaian dan kecerdasan semata.

“Agar bisa bersaing di era MEA, justru yang sering diabaikan adalah pembentukan dan pengembangan karakter. Padahal karakter merupakan pondasi utama memasuki era persaingan. Tidak cukup hanya mengandalkan pintar semata, pintar tanpa memiliki karakter, akan tersingkir dalam kompetesi dunia kerja “ ungkapnya.

Sementara itu, Hera Heru, selaku pembicara seminar menyampaikan untuk dapat bisa bersaing di era global guru Bimbingan Konseling (BK) harus menguasai tehnologi informasi. Diantaranya melakukan Ragam E-Counseling sebagai metode konseling melalui media teknologi telekomunikasi seperti telepon, WA, internet, email, chatting dan telekonferens.

Ditambahkan lebih lanjut, Guru BK Profesional harus terhindarkan dari tujuh kesalahan yang sering terjadi yaitu mengambil jalan pintas dalam melakukan bimingan konseling, menunggu peserta didik berperilaku negatif, menggunakan destructive discipline, mengabaikan perbedaan peserta didik, merasa paling pandai, tidak adil dan memaksa hak peserta didik.

Sedangkan, Ali Murthado, dalam paparannya lebih banyak memberikan motivasi kepada peserta seminar untuk selalu berfikir dan bertindak positif.

“ Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, jika mau sungguh-sungguh. Tanamkan, bahwa saya bukan orang pintar, tapi saya bisa menjadi pintar. Saya bukan orang hebat, tapi saya bisa menjadi hebat. Saya bukan orang yang berhasil, tapi saya bisa berhasil “ ungkapnya membakar motivasi peserta. – arn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress