Sunardi, si tukang bersih – bersih kini jadi General Manager hotel bintang 5

DSC_1641 (1)

Solo – Jika kita berbicara mengenai bisnis perhotelan memang tidak ada habisnya. Selama masih ada yang membutuhkannya sudah pasti bisnis ini akan terus berkembang. Persoalannya kini adalah bagaimana bisa bertahan dan juga bahkan unggul ditengah ketatnya persaingan. Strategi yang tepat di saat waktu yang tepat menjadi jawabannya.

Bagi Sunardi, General Manager Hotel Sahid Jaya, dunia perhotelan itu seperti sebuah musik, dimana dengan not yang cocok dan juga tempo yang tepat akan menghasilkan musik yang indah.”Saya selalu menganggap jika dunia perhotelan itu menyenangkan. Mulai dari lingkungannya, pergaulannya dan semua yang ada di dalamnya itu memiliki tantangan tersendiri yang mungkin tidak ada di bisnis lain,” ujar pria yang hampir 1 tahun memimpin Hotel Sahid Jaya Solo.

Jika berbicara perihal bisnis hotel seolah sudah bukan menjadi barang baru lagi bagi dirinya. Apalagi dengan sifat Sunardi yang sedari kecil sudah suka bersosialisasi dengan setiap orang membuatnya terbilang mudah akrab dengan siapa saja yang dia temui “ Manusia itu memiliki karakateristik yang unik dan berbeda satu sama lain. Seperti tamu di hotel kami ini misalnnya, mereka memiliki sifat yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Dan itulah yang membuat saya tertarik untuk menekuni dan terjun lebih mendalam dalam bisnis ini,” tuturnya.

Tidak mudah memang untuk bisa mencapai posisi yang dia miliki saat ini. Apalagi dengan latar pendidikannya, lulusan Sekolah Menengah Atas yang mengambil jurusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) ini sudah bisa dipastikan jauh dari yang namanya perhotelan. “Saya paham sedari awal jika jurusan saya berbeda tapi prinsipnya kan tetap berkomunikasi,” tukasnya santai.

Awal mula dirinya menyentuh dunia perhotelan, saat bekerja di Hotel Wisata Indah pada tahun 1991 dengan menjabat sebagai seorang house keeping atau pembersih kamar hotel . “Pertama kali saya bekerja menjadi seorang house keeping dan front office. Saya sadar karena latar belakang pendidikan saya yang berbeda dan pemahaman akan perhotelan yang minim, namun hal itu tidak membuat saya berkecil hati dan jutru semakin menguatkan langkah saya untuk bisa berkembang menjadi sosok yang lebih baik lagi,” kata pria yang hobi jogging itu menjelaskan.

Berselang 3 tahun atau tepatnya di tahun 1993, Sunardi pindah ke Hotel Riyadi Palace dengan tetap menjabat sebagai front office dan terkadang juga merangkap menjadi seorang waiter. Akhirnya pada tahun 1995, ayah dari Bagus Pradana dan Marich Firsta Anugrah ini berkerja di Hotel Sahid grup tepatnya di Kusuma Sahid Prince Hotel dengan jabat sama seperti sebelumnya.

Tak mau menyerah, demi meningkatkan kualitas diri, sembari bekerja Sunardi memutuskan untuk mengikuti Les Bahasa Inggris dan melanjutkan jalur pendidikannya S1 di STIE Surakarta. Dan hasilnya pada tahun 1997 dipromosikan menjabat sebagai Sales Executive hingga tahun 2003.

Pindah ke Bali, selama 1 tahun di Sahid Raya Bali dengan jabatan Sales Marketing. Pada tahun 2004 pindah ke Hotel Sahid Jaya Solo sebagai Sales Marketing Manager. Pada tahun 2006 dipromosikan menjadi Executive Assistant Manager Hotel Sahid Kawanoa sampai tahun 2007. Hingga akhirnya di promosikan menjadi General Manager Hotel Sahid Bandar Lampung tahun 2009, Hotel Sahid Kawanoa dan Hotel Sahid Manado pada tahun 2012 sampai 2015. Dan kembali ke Solo menjabat di Hotel Sahid Jaya Solo di akhir tahun kemarin.

Keluarga jadi Kunci kesuksesan
Manapaki tangga sedikit demi sedikit dan dengan sabar juga terus berusaha, nyatanya mampu menjadi kunci kesuksesan yang dia raih. Bagi Sunardi proses itulah yang menjadi tantangannya . “Bagi saya pengalaman yang saya dapat selama ini bukanlah menjadi kesulitan yang besar. Justru ketika harus berpisah dengan keluarga, itulah yang menjadi kesulitan saya,” tukasnya.

Meski berjauhan, seiring dengan berjalannya waktu, terutama melalui komunikasi yang diibaratkan seperti minum obat, tak pernah putus sedikitpun, membuat keluarganya mendukung penuh pekerjaanya yang harus berkeliling di tiap – tiap wilayah di Indonesia. “Komunikasi baik melalui telefon maupun sms selalu saya lakukan. Karena bagi saya keluarga adalah segalanya. Mereka pemberi motivasi dan semangat untuk terus maju,” katanya.

Sunardi mengibaratkan jika kesuksesan yang mampu dia raih selama ini adalah buah dari dukungan istri dan anaknya. “Seperti sebuah peribahasa yang mengatakan kesuksesan seorang pria itu ada wanita di belakangnya,” kata Sunardi.

Selain dukungan penuh keluarga, juga dari rekan – rekannya di hotel. Sunardi memiliki resep tersendiri untuk bisa membuat dirinya bersama team tetap kompak. “Falsafah ini kami terapkan di semua hotel Sahid yakni Percaya kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua, profesi dan keluarga harus seimbang sehingga ini diharapkan bisa membangun sinergi yang baik semua yang bekerja di sini,” jelas pria penyuka makanan seafood.

Dikenal pekerja keras tak membuatnya lupa untuk bersenang – senang. Jogging menjadi kegiatannya ketika memiliki waktu luang. “ Dimanapun berada, saya akan selalu mengusahakan jogging demi menjaga kebugaran tubuh,” ungkapnya. Selain jogging, Sunardi juga memiliki hobi bermain bulutangkis. Bahkan ketika berada di Manado , dia tergabung dalam komunitas bulutangkis.

Cara Sunardi hadapi lesunya bisnis hotel
DSC_1638 (1)Diakhir pertemuan kami, pria yang dikenal murah senyum ini membagikan sedikit tips bagi para pebisnis hotel maupun mereka yang bergerak di dalamnya terkait dengan cara untuk menghadapi lesunya ekonomi. “Sebagai orang yang sudah wira – wiri di dunia perhotelan naik turunnya pasar sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi dengan lesunya ekonomi akhir – akhir ini membuat banyak hotel di kota Solo memasang tarif semurah – murahnya atau biasanya dengan menawarkan spesial promo dan sebagainya. Namun bagi saya bukan harga yang membuat konsumen tertarik, melainkan pelayanan yang diberikan,” jelas dia.

Baginya peningkatan kualitas kualitas menjadi hal terpenting yang harus dilakukan oleh pihak hotel demi kenyaman pengunjung. “Cara yang kami lakukan adalah dengan mensertikafikasi pegawai yang kami miliki sehingga mereka memiiki standar kompetensi yang jelas ,” katanya.

Sunardi selalu mewajibkan karyawannya untuk melakukan serangkaian tes yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang bekerja di bawah Badan Nasional Sertifikasi. “Tujuan kami untuk memberikan konsumen kami pelayanan yang terbaik. Sehingga ketika mereka pulang mereka bisa merekomendasikannya kepada teman maupun rekan,” kata Sunardi.

Cara yang kami lakukan memang tidak mendatangkan banyak massa sekaligus tapi paling tidak mereka yang datang ke mari tidak merasa kecewa. “Dan selama pelayanan dengan baik dilakukan tak peduli ekonomi sedang lemah, selama nyaman maka mereka akan tetap datang,” tukasnya di akhir pertemuan. –ambar

Data diri :
Sunardi SE
Jabatan : General Manager Sahid Jaya Hotel Solo
TTL : Sragen 12 Mei 1968
Istri : Ayuk Sri Purwani Spd (45)
Anak : Bagus Pradana (21)
Marich Firsta Anugrah (16)

Alamat : Kuwungsari 05/19 Sragen
Hobi joging dan bulutangkis
Makanan favorit : seafood
Minuman favorit : healty jus
Tempat favorit : pantai dan gunung

Pendidikan :
SD Denanyar I Sragen
SMPN Gesi I
SPG Muhamadiyah Sragen
SI STIE Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger