Arry Mardiyanto, suka berhitung kini besarkan Bisnis Keluarga

Arry A

Solo – Bank Perkreditan Rakyat atau biasa dikenal dengan BPR ini memang bisa dikatakan sebagai salah satu tulang punggung dalam pembangunan nasional. Apalagi menilik program UMKM yang tengah gencar dilakukan Pemerintah menjadikannya sebagai alternatif akses keuangan yang dapat membantu mengembangkan bisnis kecil, Mikro dan Menengah.

Apalagi banyak dari program yang dikeluarkan membantu masyarakat yang notabene kesulitan untuk menguruskannya dibank umum lebih memilih BPR sebaga solusi. Dan bisnis keuangan perbankan ini memang bukanlah pemain baru melainkan pemain lama yang sudah ada sejak puluhan tahun silam.Seperti BPR Guna Daya misalnya sudah ada sejak 1969 dan memang sudah terbukti pengalamannya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.

“BPR menjadi solusi bagi UKM untuk membantu mereka mengembangkan usaha. Dimana kami memiliki produk keuangan yang tidak dimiliki perbankan lainnya,” kata Arry Mardiyanto, Direktur Utama BPR Guna Daya , ditemui dalam gathering di Salaview, 28 mei 2016 lalu.

Pria yang telah memiliki 2 anak ini memang sudah tidak asing dalam dunia perbankan. Seolah memang dilahirkan untuk menyukai dunia berhitung menjadikannya sukses berbisnis di bidang ini. “sejak kecil saya sudah suka dengan hitung menghitung dan cita – cita saya memang ingin menjadi seorang akuntan,” paparnya.

Keinginannya yang kuat itu memang diturunkan sang ayah yang juga bekerja sebagai seorang akuntan. Bahkan ketika lulus dari sekolah menengah atas dirinya langsung mengambil jurusan akuntan. Dan pada tahun 1986 dirinya memutuskan untuk bekerja di kantor akuntan di wilayah Boyolali.

10 tahun berkutat di dunia akuntasi membuatnya tertarik untuk menekuni bidang lain yang sebenarnya masih sejenis dengan pekerjaan yang dijalaninnya saat itu. “ Saat itu saya tertarik untuk mencoba bisnis perbankan. Apalagi pekerjaan saya saat itu lebih banyak mengarah kepada audit bank maupun BPR. Dan mulai dari itulah saya ingin terjun ke bisnis itu,” jelasnya.

Dan keinginannya itu akhirnya tercapai saat tahun 1996 bergabung di perusahaan sang ayah, BPR Daya Guna dan langsung menjabat sebagai komisaris. “ Ayah saya itu sebagai pendiri dari BPR Daya Guna dimana dia mengajak tokoh – tokoh masyarakat kala itu untuk berganung dan mendirikan bak kemitraan. Dan sampai saat ini para pemegang saham kebanyakan adalah mantan polisi, pejabat, kepala sekolah maupun jabatan lainnya,” pungkas pria yang hobi bermain badminton itu bercerita. Dan kemudian pada tahun 20012 dirinya menjabat sebagi Direktur Utama meneruskan usaha keluarga.

Tantangan terbesar
Meski pun itu bisnis keluarga, tidak mungkin jika tidak pernah mengalami tantangan. Persaingan perbankan yang semakin kompetitif memaksa dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda. Bahkan dibandingkan krisis moneter tahun 1998 dan sekarang memiliki permasalahan yang berbeda namun dengan aura yang sama.

“Saya mengakui jika krisis tahun 1998 terbilang berat apalagi sampai angka deposito kala itu cukup besar namun kami masih bertahan. Dan sekarang masalah kami ada pada kompetitor yang semakin banyak dengan beragam produk dan promosi yang ditawarkan,” tutur dia

Bukan hanya persaingannya saja yang banyak juga kestabilan ekonomi yang belum sesuai harapan menuntut mereka untuk semakian kreatif. Apalagi lesunya pasar mendorong rendahnya daya beli masyarakat terhadap produk. “ Lemahnya ekonomi saat ini menuntut kamu untuk terus berimprovisasi, kreatif dan kerja keras. Inovasi produk harus terus diupayakan,” komentarnya.

Tak hanya itu saja jika ingin bertahan dari kerasnya persaingan juga harus berani tampil beda. “Kalau mau eksis kita harus tampil beda agar bisa bertumbuh dengan baik. Lalau tidak kita akan sama dengan lain dan dampaknya tidak maksimal. Selain itu kini kami melihat masyarakat sudah tidak royal.Karena mungkin masyarakat melihat banyak yang ditawarkan tidak sesuai apa yang dijanjikan,” kata pecinta nasi liwet.

Cara terbaik untuk memenangkan hati nasabah, lenih lanjut Arry menjelaskan, dengan terus berkomitmen menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan, serta membangun hubungan baik dengan nasabah baik fisik maupun hati. Dan jika sudah terjalin dengan baik maka akan terbuka peluang untuk membuka jaringan dan memperbesar royalitas dari nasabah.

Arry percaya dengan pengalaman yang sudah berpuluh – puluh tahun dalam melayani nasabah memberikan pembelajaran tersendiri dan juga strategi untuk melihat celah pasar.” Dengan pengalaman yang sudah kami alami, cara terbaik adalah dengan mencoba segmen yang berbeda dan metode yang berbeda. Jika kami beradu dalam hal suku bunga dengan bank umum maka kami sudah kalah,namun kami berani beradu dengan pelayanan dan juga produk yang kami tawarkan,” jelasnya.

SDM jadi kunci Sukses
Arry BBagi Arry, sumber daya manusia (SDM) menjadi ujung tombak dalam berbisnis. Tidak peduli produknya sebaik apapun, programnya sesempurna apapun jika kualitas dari SDM tidak diolah dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal.”kualitas dari SDM itu harus meliputi kompetensi ,royalitas, dan juga integritas. Dan jika itu terpenuhi maka akan semakin memaksimalkan mereka untuk memberikan pelayanan,” pungkasnya.

Dia melihat jika selama ini pelayanan menjadi modal utama untuk menarik nasabah. Meski ada 2 perusahaan yang menjual bisnis yang sama namun jika berbeda cara pelayanannya, maka mereka pasti akan memiliki perusahaan yang memberikan pelayanan. Dan hal itu yang selalu ditekankan kepada pegawainya. “ Bagaimana menjaga hubungan baik dengan nasabah. Membantu mereka semaksimal mungkin menjadi kunci sukses untuk berbisnis,” katanya.

Impian saya…
Seperti pebisnis pada umumnya, Arry juga memiliki impian untuk mengembangkan perusahaanya. Meski sudah memiliki 8 cabang, namun dirinya masih berkeinginan untuk membuka cabang lain.

“Rencanannya pada akhir tahun ini akan membuka 2 cabang baru di Solo dan 2 cabang lagi di Salatiga. Dan kami berharap dengan dibukanya cabang baru ini akan semakin mendekatkan diri dengan nasabah,” tambahnya. – ambar

Data diri:
P Arry Mardiyanto SE
Direktur Utama PT BPR Guna Daya
Tanggal lahir : 15 Februari 1965
Istri : Valeria Endang Jumaningsih
Anak : Gildan Sabahtian dan Givan Fraditya
Hobi : olahraga badminton
Makanan favorit : nasi liwet
Tempat favorit : warung nasi liwet keprabon

Pendidikan:
SD Sukapangudiluhur
SMPN 6 Solo
SMA Santo Yoseph
Akademi Akutansi YKPN
STIE Widya Wiwaha
www.gunadaya.co.id


2 thoughts on “Arry Mardiyanto, suka berhitung kini besarkan Bisnis Keluarga

  1. Brandy

    My brother recommended I might like this web site. He had been totally correct. This submit truly produced my morning. You can not imagine the amount time I had spent for this intanmofior! Thanks!

    Reply
  2. kreditkarte bild

    Bagusla pasang khemah, dia nak ajak ramai orang hadir meriahkan majlis. Put aside cerita tak baik sebelum ni (Shahz kaki perempuan atau apa sahaja), bagi orang makan besar pahala nya ;) InsyaAllah.Turn kita nanti ntah apa la jadi ye dok? Doa yang baik sudah la.-Not a fan of Shahz anyway, thank you.Well-loved.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger