Mifta Khu Royan, si anak nakal yang mampu taklukan Bisnis Loundry dan Properti dalam 4 tahun

royan A

Solo – Sewaktu kecil sering kita mendengar nasehat orang tua yang mengatakan jika ingin menjadi orang sukses kita harus belajar dengan tekun, raih peringkat tertinggi dan belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang bergensi lalu bekerja di perusahaan multinasional. Pernyataan ini bisa dikatakan tak sepenuhnya benar jika kamu sudah bertemu dengan Mifta Khu Royan.

Hal pertama yang terlintas dipikiran saya saat menemuinya di sebuah kafe kopi di salah satu mall ternama di Solo adalah bagaimana bisa seorang anak yang baru memasuki awal usia 22 tahun ini bisa meraih kesuksesan dalam waktu singkat apalagi dengan perawakan tubuhnya yang kecil dan pakaiannya yang terlihat sederhana, ia tampak terlihat seperti anak seusianya yang senang berkumpul bersama teman. Tapi saat kamu sudah berbicara dengannya kamu akan segera menyadari ia tak sama dengan anak pada umumnya.

Ucapannya yang lugas dan penuh dengan makna membuat siapapun yang menemuinya merasa kagum, tak terkecuali dengan saya. Meski baru saja berkenalan tak tampak rasa canggung dalam setiap perbincangan kami. Dari perkenalan singkat kami yang tak lebih dari 2 jam itu, banyak hal menarik yang bisa saya gali dari si anak Boyolali ini.

Titik Kehancuran Si Anak Nakal
Royan BBukan kali pertama bagi saya mewawancarai pengusaha ternama di Solo dan menuliskan kisah suksesnya. Kebanyakan dari mereka merupakan anak yang tekun belajar dan mendapatkan prestasi tinggi ketika menempuh bangku sekolah. Hal berbeda justru terjadi pada Mifta Kho Royan.

Terlahir dari keluarga sederhana, sedari kecil ia tidak pernah bisa meraih nilai baik dalam setiap pelajaran sekolah. Bahkan ia harus puas berada di posisi terendah dalam rangking sekolah. “ Sejak SD saya sudah terkenal bodoh dan pemalas. Bahkan sejak kelas 3 SD, guru – guru di sekolah saya sampai bingung apakah harus menaikkan saya atau membuat saya harus tinggal kelas,” ujar pria yang akrab dipanggil Mifta.

Prestasinya di bidang olah raga menjadi satu – satunya penyelamat yang bisa membuatnya tetap bisa naik kelas. Hal yang sama juga terjadi di kala ia berada di sekolah menengah pertama. Tampaknya ketidak sukaannya pada pelajaran sekolah membuatnya tidak pernah mendapatkan nilai bagus. Dan lagi penyelamatnya adalah prestasi pencak silat yang dimilikinya.

Puncaknya terjadi ketika ia memasuki bangku sekolah menengah atas. “ Saat SMA saya tidak punya prestasi di bidang olah raga atau ektrakulikuler lain, juga nilai saya yang semakin turun. Apalagi diperparah dengan kebiasaan saya yang sering membolos membuat hidup saya benar – benar berada di titik terendah,” katanya sembari menikmati capucino yang sudah mulai dingin.

Kebiasaan buruknya yang semakin menjadi – jadi pada akhirnya membuat hidupnya benar – benar hancur. Bagaimana tidak, ia harus menerima kenyataan tidak lulus dalam ujian nasional. Ketidaklulusannya itu juga tergolong unik.

Kala itu ia memutuskan membeli kunci jawaban untuk ujian nasional. Saat tibanya waktu ujian, Mifta bahkan sudah memyiapkan telepon genggam menunggu pesan kunci jawaban.” Waktu itu saat ujian bahasa indonesia saya hanya butuhkan waktu 30 menit untuk menuliskan jawabannya, dan soalnya sama sekali tidak saya baca. Dan saat menunggu bel berakhirnya ujian, tiba – tiba teman saya yang berada di belakang berbisik ke saya dan bilang semua jawaban saya salah. Tapi saya tak peduli,” cerita Mifta.

Akhirnya tibalah pengumumannya. Sebelumnya pria berkulit sawo matang itu sudah yakin bisa lulus. Ia bahkan meminta uang kedua orang tuanya untuk merayakan kelulusan. Tapi saat ia meminta uang yang ia dapatkan justru surat yang memberi tahu bahwa ia tidak lulus. Dan itulah yang benar – benar membuat dunianya terasa berakhir.

“Saya benar – benar tidak tahu harus berbuat apa. Waktu itu saya dikasih 2 pilihan. Apakah saya harus mengulang bangku sekolah atau mengikuti ujian paket C. Dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut paket C. Butuh waktu 2 bulan untuk bisa lulus ujian paket C. Mulai dari itulah saya akhirnya sadar bahwa saya harus berubah,” kata Mifta

Bangkitnya Si Anak Nakal
Usai lulus, Mifta memutuskan mendaftar kuliah di Amikom Pabelan. Saat memasuki semester 3, ia diajak pamannya untuk bekerja di pegadaian sebagai supir. Mifta setuju. Kala itu terjadi diawal tahun 2012. Akibat ketekunannya, 6 bulan kemudian akhirnya ia diangkat menjadi pegawai kontrak di pegadaian. Kesibukanya bekerja membuat kuliahnya harus terbengkalai. Dan pekerjaannya ini pun ia hanya mampu bertahan selama 7 bulan. Meski singkat banyak hal yang dipelajari Mifta seperti bagaimana berbicara dengan orang, plajaran marketing dan lain sebagainya.

Satu ketika ia bermain ketempat budenya dan melihat tumpukan baju kotor. Akhirnya terlintas dipikirannya untuk menjadikannya sebuah bisnis.” Bude saya itu orang sibuk, makanya saya bilang sama bude biar bajunya saya bawa ke loundri tapi saya di kasih uang tambahan seribu. Sampai ditempat loundri saya bilang ke tukang loundrynya kalau saya bisa bawakan banyak barang asal diberi diskon dan mereka memberi saya harga khusus dua ribu. Atas dasar itu saya berfikir kenapa tidak membuka bisnis loundry sendiri,” tukas pria yang hobi makan di hik itu.

Pada akhirnya ia membuka bisnis loundy bernama The Green Loundry bekerja sama bersama mantan rekan kerjanya di pegadaian. Awalnya masih belum seramai yang ia inginkan. “ Saat itu saya mulai berfikir bagaimana membuatnya ramai. Tanpa sengaja terlintas dipikiran saya saat saya melewati minimarket ternama. Bagaimana minimarket itu bisa ramai dibanding toko kelontong biasa padahal jika berbicara harga tentu lebih murah toko kelontong. Saya selidiki dan akhirnya saya temukan rahasiannya. Segara saya copy konsep mereka pada bisnis saya,” cerita Mifta.

Tak butuh waktu lama, ia berhasil membuat bisnis loundry menjadi lebih ramai dan bahkan memiliki 1 cabang baru. Sayang keberhasilan itu tak berlangsung lama, perbedaan pendapat membuat rekannya mundur dan terpaksa ia membeli semua semua saham loundry.

Tak berputus asa, ia memiliki pemikiran untuk menjadikan bisnis loundry miliknya itu menjadi bisnis franchise. Meski sama sekali tidak memiliki pengalaman, Mifta tak berputus asa.

Ia memiliki ide bagaimana mempelajari bagaimana berbisnis franchise dari perusahaan lain. Dengan berpakaian rapi dan menggunakan mobil milik temannya, Mifta mendatangin salah satu loundry ternama yang sudah melakukan franchise dalam bisnisnya. Berkedok ingin mencoba bekerja sama dengan si empunya perusahaan, mifta akhirnya mendapatkan segala informasi seputar bisnisn franchise dan bahkan proposal mengenai bisnis tersebut.

“Saya punya prinsip ATM yakni amati dan modifikasi. Segera saya copy konsep mereka, coba rubah beberapa di dalamnya, turunkan harga dibawah dari perusahaan lain, lalu beri fasilitas menarik. Kala itu fasilitas unggulan yang saya tawarkan adalah fasilitas software online. Padahal saya sendiri tidak tahu bagaimana cara membuat software online,” ujar Mifta sedikit tertawa.

Berbekal kepercayaan dirinya. Ia menyodorkan proposal pertamanya kepada salah satu mantan pelanggannya di pagadaian dulu. Dan ternyata diterima. Bahagia bercampur takut menyelimutinya, namun berkat bantuan dari teman – temannya ia berhasil membuat software online dan hanya dalam kurung 3 tahun ia mampu membuka 35 cabang loundry franchise di seluruh Indonesia.

Sukses berbisnis, coba tancapkan taring dibisnis properti
Tak berpuas hanya dengan satu bisnis saja. Mifta mulai melirik bisnis properti. Dengan cara yang sama ia lakukan pula dibisnis basah ini. Tak mudah memang, mulai dari ditipu orang hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah tak menghalangi jalannya dalam berbisnis properti.

Mifta mencoba merubah jalan dari seorang investor menjadi agen. Hasilnya cukup memuaskan. Ia berhasil membangun 2 buah proyek perumahan di wilayah Karang anyar. Proyek pertama dinamai dengan Wahles Residence yang terletak di Sondokoro sedangkan proyek lainnya masih belum dinamai dan dalam proses pembangunan.

Jangan Takut Bermimpi
royan c

Dan ketika ditanya mengenai perkembangan bisnis saat ini yang tengah mengalami pasang surut, Mifta hanya berkomentar,”Bisnis itu sesuatu yang tidak pasti, harus ada pemahaman untung dan rugi. Selain itu kita harus punya mimpi yang tinggi dan dibarengi dengan visi dan misi untuk mencapai mimpi itu. dan yang terpenting jangan pernah jatuh ke lubang yang sama”.

Mifta juga menyebutkan, selama berbisnis ia mempelajari bahwa bisnis itu ada 3 hal utama yang musti dimiliki pebisnis manapun yang ingin sukses, yakni ilmu, networking, dan aset. Dengan memegang teguh ketiga hal itu niscaya pasti akan berhasil.

Usai pertemuan singkat saya bersama Mifta memberikan saya sedikit pemahaman. Memang tak selamanya, mereka yang dikatakan bodoh, nakal itu adalah orang – orang yang gagal di masa depan. Terkadang mereka memiliki cara pandang berbeda yang tidak dimiliki oleh orang pada umumnya yang bisa saja lebih hebat dibandingkan kita yang sudah bergelar sarjana sekalipun.- ambar

Data diri:
Mifta Khu Royan
Boyolali, 25 januari 1994

Pendidikan:
SD siswodipuran boyolali
SMP 2 mojosongo
SMA Bhineka karya 2
Semester 1-3 Amikom Pabelan jurusan IT
Universitas pembangunan Solo jurusan ekonomi manajemen – belum lulus

Makanan fav : pecel
Minuman fav : teh
Tempat makan fav : wedangan basuki
081326106014
Fb : miftakhu royan
Organisasi : HIPMI
Hobi : main motorcross, drum
Ortu : slamet santoso dan wiyanti
Anak pertama dari 3 bersaudara

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger