Gus Minging, tukang pijat keliling, kini sukses buka puluhan gerai

Solo – Ramah, sederhana dan bersahaja, itu menjadi gambaran awal saya ketika bertemu dengan Gus Minging. Tidak seperti bos – bos besar lainnya yang mengenakan jas mahal dengan kantor berharga milyaran rupiah, namun lihat saja penampilannya justru terlihat santai. Bisa dikatakan pertemuan saya dengan pria beranak 2 ini membuka mata saya akan sebuah perjuangan dalam menggapai kesuksesan.

Keinginan Gus Minging untuk membuka bisnis terapis memang sudah ada sejak dirinya masih muda. Apalagi latar belakangnya yang bersekolah di jurusan psikologi membuat dia berkeinginan untuk bisa menolong orang dengan ilmu yang dia miliki. “ Alasan saya tertarik untuk terjun di usaha ini karena saya melihat jika apa yang saya tekuni ini bisa menolong banyak orang dan mampu mempekerjakan orang sebanyak – banyaknya,” kata dia ditemui di kantornya di kawasan Kestalan Solo. Jumat (3/6/2016)

Memang tak semudah yang dibayangkan .Apalagi pandangan masyarakat yang memang usaha pijat masih tergolong negatif. Perlahan namun pasti Gus dengan berani mulai memperkenalkan Nakamura The Healing Touch ke hadapan publik dan membalikkan pandangan yang selama ini masih menganggap sebelah mata terapi tradisional menjada salah satu alternatif terapi yang paling diminati di bukan cuma di Solo bahkan sudah sampai di pulau paling timur Inonesia yakni Papua.

Belajar langsung di Jepang
Kemampuan Gus Minging dalam menangani pasiennya ini berawal dari kunjungannya di Jepang pada tahun 2001 silam. Kala itu dirinya menemani saang istri yang mendapatkan beasiswa di wilayah Kagosima. “Sebagai suami yang baik saya menemani istri saya. Waktu itu saya tidak memiliki pembekalan apapun kecuali kemampuan saya berbahasa inggris. Harapan saya, disana paling tidak saya bisa mengajar bahasa inggris atau bekerja di perusahaan multinasional,” ujar dia.

Sayang, apa yang dapatkan Gus Minging tak seindah bayangannya. Dirinya justru banyak bekerja yang menggunakan otot seperti loper koran, kuli bangunan, kuli pasar, pembantu rumah tangga. Meski demikian dia tak pernah menyesali itu dan selalu bersyukur atas berkah yang diberikan.

Hingga suatu saat ketika tubuhnya merasa kelelahan yang sangat, Gus Minging menanyakan tempat yang bisa membantunya melepas lelah kepada sang istri. “Istri saya menyarankan ke perguruan gerak kagosima milik Hamada Sensei. Dan ketika disana saya benar – benar bisa merasakan efek penyembuhan yang luar biasa. Tubuh saya yang kaku perlahan berasa lebih segar. Dan kemudian saya mulai tertarik,” jelasnya.

Dan dari sekian banyak orang yang ikut ke perguruan itu, Gus Ming bertemu dengan Miyata Sensei yang ternyata memiliki klinik sendiri dan meminta dia untuk datang. Bersama dengan sang istri, pria berkacamata ini memutuskan untuk menemui Miyata Sensei dan memutuskan untuk belajar.

“Metode pembelajarannya bukan seperti di sekolah tapi lebih dibentuk karakternya dulu. Saya masih ingat tugas pertama saya hanya bersihkan kamar, dapur ,tempat praktek, dan betulin sepeda dia. Dan itu benar – benar berat sampai saya tidak kuat dan memilih membolos,” kata dia. Namun setelah dipikir lagi, Gus kemudian paham jika ilmu yang didapatnya itu susah berarti ilmunya sakti. akhirnya dia kembali dan meminta maaf serta meminta sang sensei untuk mengajarinya lagi. Dan kurang dari 2 tahun dirinya sudah mampu mengusai ilmu terapi dari sang guru.

Pulang dari Jepang jadi pemijat keliling
Setelah 2 tahun menetap di Jepang akhirnya Gus kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk tinggal di Jakarta. Ia mencoba untuk mengetes ilmu yang dia pelajari. “Saya coba tes ilmu saya mulai dari pintu ke pintu. Kebanyakan keluhan yang saya terima tergolong cukup berat, mulai dari gagal ginjal, kanker hati, dan kanker usus. Dan saya melakukan sekuat kemampuan saya dan hasilnya sedikit demi sedikit mampu meringankan dan bahkan memperbaikinya,” celetuknya. Semua itu dijalani selama 1 tahun penuh sampai akhirnya dia kembali ke Solo.

Sampai di Kota Budaya ini, Gus Ming masih melanjutkan usaha door to door nya. “ Saya ini dikenal sebagai terapis gila. Bagaimana tidak gila, mana mungkin lulusan UI psikologi justru mau mijet keliling. Namun saya tidak keberatan sebab tujuan say buka hanya nyenengin orang namun bisa memberikan manfaat dan perubahan bagi orang lain,”kata dia.

Setelah agak lama, Gus Ming memutuskan untuk mengembangkan ilmunya dengan mengajarkannya pada 5 murid fisioterapis diantaranya 2 dari Universitas Muhammadiyah Surakarta  (UMS), 2 dari Poltekes Surakarta dan 1 dari Widya Husada Semarang. Dan bersama dengan ke lima muridnya itu, pada tahun 2004 Gus Ming mendirikan Nakamura The Healing Touch. “ Pertama kali memang masih sepi apalagi pandangan negatif masyarakat akan tempat pijat. Namun kami membuktikan jika ini terapi untuk kesehatan bukan untuk kesenangan.

Perlahan tapi pasti mulailah pelanggan berdatangan. Dan akhirnya mampu berkembang pesat pada tahuhn 2009,dimana Gus Ming mulai mendirikan cabang di beberapa kota. Cara yang dia gunakan adalah dengan membangun kemitraan dimana Gus Ming menyediakan semua perlengkapan seperti alat, SDM, dan sistem dan pemilik tinggal menjalankannya. Hasilnya ini Nakamura sudah memiliki lebih dari 40 cabang yang tersebar di Seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Madiun, Kediri, Bali , Pontianak, Palu, Makassar, Jayapura dan masih banyak lagi.

Kurangnya SDM yang terlatih jad hambatan saya
Dan seperti usaha lainnya, hambatan memang sudah menjadi hal wajib dalam bisnis. “Hambatan kami terletak di SDM nya. Sebab bisnis kami ini padat karya bukan padat modal . Persoalannya adalah bagaimana bisa meyakinkan anak muda untuk belajar ilmu yang tua. Apalagi kita tahu kebanyaka mereka ingin pekerjaan yang keren,” jelas Gus Minging.

Setelah mampu meyakinkan mereka persoalan selanjutnya bagaimana mempertahankan mereka dengan car meningkaykan kemampuan mereka, karir , pendapatan dan sebagainya menjadi tantangan selanjutnya.

Gus juga selalu menekankan kepada terapisnya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dimana tugas mereka membantu keluhan pasien. Dan untuk meningkatkan skill dari terapisnya, pria dua anak ini sampai membuka LPK yang mengajarkan ilmu pengobatan tradisional timur baik teori maupun praktek. Dan waktu yang dibutuhkan sampai 300 jam.

“LPK yang dibangun ini bukan hanya diperuntukkan bagi calon terapis yang akan bekerja di Nakamura melainkan juga orang luar yang ingin belajar,” kata dia. Dan hasil usaha LPK yang dibangun sejak 2009 silam itu membuahkan hasil dengan terpilihnya LPK Nakamura sebagai LPK terbaik ke 3 se Jawa Tengah.

Cara hadapi lesunya pasar
IMG_2266Gus Ming mengakui pengaruh yang ditimbulkan akibat lesunya perekonomian. Namun dirinya tidak mau berdiam diri. Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan eksistensi dan bahkan semakin meningkatkannya. Mulai dari promo brosur, pameran, nakamura on the spot, bekerjasama dengan kartu kredit dan sebagainya. Harapannya tentu agar masyarakat semakin mengenal dan menjadikan nakamura sebagai tempat terapi tradisional terbaik.

“proyek ke depan saya berharap bisa mengembangkan Nakamura. Kalau bisa dalam MEA ini mampu menembus ASEAN. Walau Nakamura nama brand Jepang namun dalamnya Indonesia banget. Sudah ada beberapa pergerakan yang kami lakukan seperti mengikuti pameran yang diadakan Disperindak ke Filipina dan Taiwan,” imbuhnya.

Sebenarnya masih banyak yang bisa saya gali dari pria ramah ini. Namun nampaknya mendung yang menggelayut siang itu mengantarkan kami untuk menyudahi wawancara yang sudah berlangsung lebih dari satu jam itu.

Ada satu pelajaran yang saya peroleh dari seorang Gus Minging. Tidak pernah menyerah, tidak malu berusaha dan berkeinginan untuk berubah menjadi kunci kesuksesan dari pria berkacamata ini. – ambar

Data diri:
Gus Minging
Chief Executive Officer Nakamura
Tangal lahir: 30 September 1973

Pendidikan :
SD Kanisius Keprabon 2
SMP TL Bintang Laut
SMAN 3 Surakarta
S1 UI Psikologi
S2 IPMI/Monash University

Lain-lain:
Istri : Santi Stanis Lausia
Anak : Selina dan Jason
Makanan kesukaan: sate kambing
Tempat favorit : karimun jawa
Hobi: badminton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress