Sendang Kusumastuti, si calon guru yang sukses jadi GM KSPH

Solo – Cantik dan ramah menjadi gambaran dari wanita yang satu ini. Bagaimana tidak meski usianya sudah berkepala empat namun tak membuat Sendang Kusumastuti ini terlihat tua. Justru bila dibandingkan wanita seusianya ini, wanita yang kini menjabat sebagai General Manager Kusuma Sahid Prince Hotel ini terlihat awet muda.

Percakapan saya dengan diapun terdengar akrab. Tanpa canggung berbicara meski usia terpaut cukup jauh. Senyum selalu terpancar dari wajahnya dan juga gayanya yang fashionable ini membuat siapapun tidak akan mengira jika dirinya pernah bercita – cita untuk menjadi seorang guru.

Lahir dari keluarga pendidik dimana sang ayah seorang guru bahasa inggris dan ibu seorang guru biologi, anak kedua dari 4 bersaudara ini diharap bisa mengikuti jejak orang tuanya. Dan ini dibuktikannya ketika Sendang memutuskan untuk kuliah di UMY jurusan bahasa Jerman.

“Saya dari dulu selalu suka dengan bahasa. Dan alasan saya memilih bahasa Jerman, karena ayah saya pernah mengatakan kepada saya jika bahasa itu menjadi sesuatu yang penting di kemudian hari dan mengapa tidak memilih bahasa inggris ini karena saya bisa belajar dari ayah saya,” tukasnya ditemui di KSPH kemarin.

Dan kecintaan wanita berkerudung ini akan dunia perhotelan dikarenakan dirinya melihat jika dunia pelayanan itu dinamis dan cenderung tidak membosankan. “Saya ini tipe orang yang suka bertemu dengan orang banyak dan bosan dengan rutinitas yang sama. Dan saya melihat dunia perhotelan itu sangat dinamis dimana kita bisa bertemu dengan banyak orang yang berbeda setiap harinya dan itu menjadi kesenangan bagi saya,” kata dia.

Setelah lulus kuliah, Sendang akhirnya memutuskan untuk menapaki langkah pertamanya di dunia perhotelan dengan melamar di Hotel Sahid Jaya pada tahun 1995 dan menjadi seorang front office (FO. Tak butuh waktu lama, hanya 6 bulan ibu dua anak ini berpindah di bidang sales and marketing mulai tahun 1995 sampai tahun 2005.

Lama menapaki dunia sales and marketing di Hotel Sahid Jaya, Sendang akhirnya pindah ke KSPH dengan jabatan yang sama sampai tahun 2015 dan kemudian pindah di Pekalongan, tepatnya di Hotel Sahid Mandarin dengan menjabat sebagai General Manager selama 6 bulan dan kemudian kembali lagi ke KSPH dengan menjabat sebagai General Manager.

Meski terbilang jauh berbeda dibandingkan apa yang diharap kedua orang tuanya, namun dukungan terus diberikan. “ Saya bergelut di dunia perhotelan itu adalah pilihan hidup saya sendiri. Meski saya tidak mengikuti jejak ke dua orang tua sebagai pendidik, naluri pendidikan saya tetaplah ada dalam jiwa,” jawab Sendang.

Hal itu dipraktekkannya selama berkarir di dunia perhotelan, hingga kini. Mulai dari memberikan pelatihan bagi karyawan juga mengajar di sebuah sekolah perhotelan di Solo.”Sebenarnya menyalurkan ilmu tidak harus berada di dunia formal, namun dimana saja bisa kita lakukan. Dan bahkan di perhotelan pun juga bisa. Kemampuan saya dalam mengajar, nyatanya justru memudahkan saya dalam menghadapi banyak orang,” komentar wanita yang hobi makan ini.

Tampil beda jadi cara hadapi kompetiter
IMG_2310Tambil beda dengan mengembangkan apa yang ada menjadi strategi utama Sendang dalam menghadapi kompetiter.Dirinya paham bila pertumbuhan hotel di Kota Solo terbilang cukup besar dengan persaingan yang cukup berat.

“Solo itu tidak seperti Jogja dimana pertumbuhan hotelnya sebanding dengan banyaknya wisatawan yang datang. Kalau diibaratkan wisatawan di kota Solo itu ibarat kue kecil yang diperebutkan banyak orang yang ingin makan. Dan oleh karena itu dengan mencari celah yang berbeda menjadi cara kami untuk menghadapi kompetiter,” jelas wanita kelahiran 26 februari 1968 itu.

Sendang mengakui keuntungan KSPH berbeda dibandingkan hotel lainnya. Apalagi hotel yang terletak di tengah kota itu memiliki struktur bangunan heritage yang selalu dijaga selama puluhan tahun lamanya sehingga terjaga keasriannya.

“Uniknya KSPH ini sudah bisa dilihat dari lokasinya. Karena hotel kami ini termasuk resort dan heritage biasanya terletak di pinggir kota, tapi kami justru berada di tengah kota yang memudah kan akses bagi tamu hotel untuk menjelajah kota Solo. Selain itu karena strukturnya yang heritage menarik minat wisatawan mancanegara yang tengah berwisata di kota Solo,” kata dia. Keunggulan –keunggulan yang dimiliki inilah yang menjadikan perbedaan di KSPH dibandingkan lainnya.

Saat ditanya mengenai strategi Sendang menghadapi lesunya pasar, wanita cantik ini mengaku tidak khawatir. “Bila berbicara mengenai lesunya perekonomian sebenarnya paling berat kami alami pada tahun 2015 dan disemua sektor sudah pasti mengalami penurunan serupa. Namun dari awal tahun ini sampai pertengahan, untuk kota Solo sudah terbilang cukup baik,” jelas Sendang.

Cara terbaik untuk bisa bertahan dan bahkan berkembang, dirinya lebih menekankan pada pelayanan. Dimana setiap pegawai yang bekerja terlebih dahulu ditraining untuk bisa profesional di depan tamu. Selain itu untuk bisa menjangkau kedua segmen konsumen baik lokal dan manca, Sendang menawarkan 2 konsep yang berbeda. Dimana ada konsep kamar modern untuk tamu lokal dan kamar heritage untuk tamu luar kota atau mancanegara

Dan kini meski sudah mendapat jabatan tinggi di hotel tak membuat Sendang terbuai. Dirnya masih memiliki impian yang saat ini ingin berusaha dia raih. “Cita – cita saya ingin membuka usaha penitipan anak dengan konsep pendidikan. Dimana anak bukan cuma dititipkan saja namun juga mendapatkan pendidikan yang baik disana,” pungkasnya.

Sendang melihat dengan membuka bisnis penitipan, bukan cuma bisa menyalurkan bakat mengajarnya juga bisa terus bertemu dengan orang banyak. – ambar

Data diri:
Sendang Kusumastuti
General Manager Kusuma Sahid Prince Hotel
Solo , 26 februari 1968

Keluarga:
Suami : Dwi Widaryanto
Anak : Nuke Fauziah Permatasari
Muhammad Raihan Nurfauzan
Naufal Ghofur Mahdiyanto

Lain-lain:
Hobi : travelling dan kuliner
Tempat favorit: Bali
Makanan favorit : bakso dan makanan berkuah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress