Supriyadi: Ide Bisnis Cleaning Service Saat Umrah

Solo – Usianya memang sudah menjelang 50 tahun, namun semangatnya untuk berbisnis tak kalah dengan mereka yang yang masih muda. Bagaimana tidak diusinya yang sudah hampir setengah abad itu, Supriyanto justru berkeinginan untuk membangun bisnis. Terbilang cukup berani dibandingkan orang lain seusianya. Seolah ingin mengatakan bila usia bukan penghalang dalam menggapai kesuksesan.

Keinginannya untuk memiliki usaha sendiri memang sudah dia niatkan sejak 5 tahun silam. “ Saya memiliki tekad sebelum 40 tahun sudah bisa bangun bisnis sendiri. Sayangnya sampai usia 39 tahun belum menemukannya,” ujarnya ditemui di masjid kalitan Solo.

Frustasi masih belum bisa terlaksana, Supriyadi akhirnya memutuskan pensiun dini dari pekerjaanya di sebuah perusahaan Manufaktur, namun sayang baru bisa disetujui sampai usia 45 tahun.

Selepasnya pensiun, pria lulusan S1 UGM jurusan Mipa Kimia ini memutuskan untuk hijrah ke Tanah Suci untuk umroh. Dan ketika disanalah ditengah doanya kepada Sang Pemberi Hidup, Supriyadi menemukan ide bisnis yang cemerlang.

“ Saat saya umroh saya tertarik dengan cleaning service di sana. Mereka rapi, respek kepada orang lain dan lebih humanis dibanding para penjaganya. Selain itu cara kerja mereka benar- benar profesional,” jelas dia.

Ketertarikan Supriyadi itulah yang mengantarkannya untuk berpikir membuat bisnis cleaning service dengan gaya profesional. Bersama dengan teman – temannya, dirinya memutuskan untuk membuat Duta Resik di Kota Malang pada tahun 2013 silam. Dan ternyata bisnis yang dijalankan terbukti sukses.

Meski sukses, Supriyadi belum puas, dirinya mulai melirik kota Solo. Dan tepat pada bulan Maret 2015 silam berdirilah Solo Duta Resik. “ Saya mulai mencoba benar – benar berbisnis sendirian di Kota Solo,” tukasnya.

Solo Duta Resik sendiri pada dasarnya merupakan bisnis pembersihan di bidang cleaning servise dengan cara yang profesional, peralatan yang lebih modern, dan orang – orang yang berpengalaman di bidangnya.

Awalnya tak mudah bagi Supriyadi untuk meyakinkan calon pelanggan.”Kebanyakan dari mereka beranggapan untuk apa cleaning servise kalau mereka sudah memiliki pembantu. Untuk itu kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya merawat dan membersihkan rumah secara berkala,” jelasnya.

Dan untuk menunjukkan kepada pelanggan perbedaan pengerjaan yang dilakukannya dengan yang biasa dikerjakan pembantu, Supriyadi bahkan melakukan demo pembersihan lantai beberapa meter. Untuk kemudian meminta pelanggan melihat hasilnya dan menyimpulkan sendiri apakah mereka memerlukan jasanya atau tidak.

Meski bisa dikatakan , Supriyadi bukanlah orang yang memiliki dasar kemampuan di bidang cleaning service namun dia tak pernah berhenti belajar. “ Latar belakang saya memang bukan bekerja di bidang cleaning service namun saya terus belajar dari mereka yang lebih profesional meski usia saya sudah terbilang tua,” ungkap pria kelahiran Kebumen, 45 tahun lalu ini menjelaskan.

Supriyadi mengakui meski dirinya tidak memiliki background di bidang itu, namun dirinya memiliki kemampuan managemen dan training yang berguna bagi pengembangan bisnis nya saat ini. “ Selama saya bekerja di perusahaan manufaktur bidang PVIC Manager, saya juga belajar tentang managemen,leadership,hypnotherapy, managemen dan semuanya menjadi bekal saya untuk membuat format perusahaan saya kini,” tukas dia.

Lama bekerja ingin buka usaha
IMG-20160610-WA0006Dari awal Supriyadi memang sudah bertekad untuk membuat usaha sendiri. Meski pada awalnya dia bekerja di Chemical Contruction dan Manufaktur Boneka Barbie, tak membuatnya berhenti untuk bermimpi.

“Meski usia saya memang sudah tidak muda lagi, tapi niat saya untuk membuat usaha sendiri sudah terpatri dalam diri saya,” kata dia. Supriyadi bahkan sudah membuat beberapa list usaha yang akan dia kembangkan kelak. Mulai dari membuka warung makan, toko bangunan, toko besi dan sebagainya. Hingga akhirnya cleaning service menjadi jawabannya.

Dirinya bahkan memberikan tips bagi mereka yang hendak memulai bisnis.” Pertama dan yang paling terpenting sebelum memulai bisnis adalah niat. Seperti saya, yang berniat di usia 40 tahun ingin membuka bisnis sendiri terus saya fokuskan dan saya usahakan bagaimana caranya bisa terlaksana. Meski agak terlambat namun akhirnya berhasil saya bangun,”jelas dia.

Setelah niat yang cukup, selanjutnya mulai memikirkan bisnis apa yang paling disenangi atau paling diinginkan serta prospeknya. “ Jangan hanya memikirkan apa yang disukai saja tapi juga prospeknya. Sebab bila tidak diperhitungkan maka akan menjadi penyesalan kelak,” kata pria yang hobi traveling ini menjelaskan.

Dan terakhir, cobalah untuk bergantung dengan bisnis serupa yang sudah sukses. “ Seperti yang saya lakukan di Solo Duta Resik itu prinsipnya mirip dengan Duta Sukses di Jakarta yang kami adaptasi di sini,” ungkap Supriyadi.

Lakukan Inovasi demi lebarkan sayap
IMG-20160610-WA0007Meski terbilang baru, namun Supriyadi tak mau jalan ditempat. Inovasi dan kreasi terus dikembangkan untuk membuat bisnisnya terus berkembang. Salah satunya dengan membuat cleaning center.

“Ide itu muncul saya saya melihat sudah banyak perusahaan seperti hotel, rumah sakit maupun klinik sudah sadar akan pentingnya kebersihan sebab wajah perusahaan tergantung pada seberapa bersih kebersihan lingkungan tersebut,” jelasnya.

Cleaning Center sendiri menjadi pusat pelatihan bagi perusahaan yang ingin cleaning servicenya dilatih secara profesional.“ Cleaning Center ini ternyata mendapatkan respon yang luar biasa. Sebab kebersihan itu menjadi cermin dari perusahaan terlebih hotel, rumah sakit, klinik dan sebagainya sedangkan tenaga yang ada tidak ahli dalam membersihkannya. Untuk itu pelatihan ini berguna sebagai pembekalan bagi pegawai kebersihan bagaimana membersihkan ruangan dengan baik dan sebagainya,” jelasnya. Dalam hal ini Supriyadi bahkan sudah memiliki kurikulum dan kompetensinya.

Terkait dengan perekononiman di Kota Solo, Supriyadi melihat propeknya masih cukup bagus. “ Selama masih ada pertumbuhan properti disana maka bisnis ini akan terus ada. Kedepan, kami berharap bisa melebarkan saya sampai seluruh wilayah Jawa Tengah dan untuk pelatihannya bisa sampai ke seluruh Indonesia,” imbuhnya. -ambar

Data diri:
Supriyadi, Ssi
Kebumen, 22 Juni 1971
Owner dan General manager Duta Resik

Keluarga:
Istri : Harini Ernawati
Anak : Muhammad Daffa Alfarisyi
Galih Narendra Alfarisyi

Pendidikan:
SDN 1 Kebumen
SMP 1 Kebumen
SMA Muhammadiyah 1 Jogja
S1 UGM Fakultas Mipa Kimia

Lain-lain:
Hobi : travelling
Alamat usaha : Jln Pakel no 70 Banjasari dan Jln Menco no 17 Gonilan,Kartasura
www.solo.dutaresik.com



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress