Nurul Hayat Berikan Bantuan Sumur Bor Senilai 50 juta di Wonogiri

JO, Wonogiri – Dalam rangka kepedulian kemanusiaan, Yayasan Nurul Hayat memberikan bantuan berupa pembuatan sumur bor dengan kedalaman lebih dari 80 meter di dukuh Tunggul RW 01, desa Tasikhargo, kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Program bantuan sumur bor ini bertajuk SURGA DESA (Sumur Bagi Warga Desa) senilai 50 juta rupiah.

Setelah sebelumnya melakukan survei, dan rapat koordinasi, Alhamdulillah pada hari Sabtu (10/6) dimulai pengeboran sumur dengan dihadiri kepala kecamatan Jatisrono, kepala desa Tasikhargo, branch manager Nurul Hayat Solo dan warga desa. Lokasi sumur bor merupakan tanah milik warga desa Tunggul yang diwakafkan, kedepannya sumur bantuan ini dikelola swadaya oleh warga desa. Warga sepakat memberi nama sumur bantuan ini dengan nama “Sumber Hayat” yang berarti sumber kehidupan.

Tercatat tahun 2015 sekitar 29.233 warga di 30 desa di tujuh kecamatan Wonogiri kekurangan air bersih.Waduk Nawangan (Giriwoyo), Songputri (Eromoko), Plumbon (Eromoko), Parangjoho (Eromoko), Kedung Uling (Eromoko), Krisak (Selogiri), dan Ngancar (Batuwarno) menyusut airnya.

Salah seorang warga Giritontro, Narto, mengaku terpaksa patungan dengan warga lain untuk dapat membeli air bersih. Karena satu tangki air bersih harganya berkisar antara Rp70 ribu-Rp150 ribu untuk ukuran 6.000 liter.

2016_06_SURGADESA 2Untuk diketahui, Yayasan Nurul Hayat adalah lembaga yang bergerak dalam bidang layanan sosial dan keagamaan. Salah satu lembaga Laznas (Lembaga Amil Zakat Nasional) serta pelopor bidang aqiqah syariah siap saji, yang berkantor pusat di Surabaya.

Branch Manager Nurul Hayat Solo, Luhur Budi Satriawan, menyampaikan bantuan SURGA DESA merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan, dan bersifat jangka panjang. Kami tidak memberi bantuan berupa air yang biasanya diangkut dengan mobil tangki, tetapi kami membuatkan sumur yang harapannya nilai kemanfaatan airnya bisa dinikmati warga seterusnya.

“Acara pengeboran sumur telah dimulai hari ini (Sabtu 11/6), harapannya bisa selesai sebelum hari raya Idul Fitri sehingga warga yang mudik sudah bisa menikmati kemanfaatan sumur bor ini.” papar Luhur Budi Satriawan.

Lebih lanjut, Luhur mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya berupa zakat, infak, dan sedekah, serta mempercayakan penyalurkannya kepada Yayasan Nurul Hayat.

“Semoga keberkahan senantiasa dilimpahkan Allah Subhana Wa Ta’ala,” pungkasnya. – wan



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress