Oji Fahrurrazi, General Manager favehotel berawal tukang bersih-bersih

IMG-20160621-WA0000

Solo – Tidak pernah terlintas di pikiran Oji Fahrurrazi bekerja di perhotelan. Impiannya sedari awal justru ingin menjadi seorang diplomat . “Saya tidak pernah punya cita – cita bekerja di hotel. Bahkan sedari awal saya ingin menjadi seorang diplomat karena suka traveling. Namun takdir berkata lain,” kata pria yang akrab disapa Oji ini ketika ditemui di kantornya di Fave Hotel Adisucipto Solo beberapa waktu lalu.

Oji yang lahir dan besar di Kota Lombok ini mencoba meraih impiannya itu dengan menempiuh pendidikan di Pulau Jawa. “Saya berangkat ke Jawa atau lebih tepatnya di Malang dan mendaftar ke jurusan hubungan Internasional di Universitas Airlangga dengan harapan bisa diterima,”kata penyuka masakan padang itu bercerita.

Sayang, meski Oji selalu meraih prestasi di kampung halamannya, namun dirinya jutru harus gagal masuk ke jurusan yang dia inginkan. “ Saat saya gagal, saya malu untuk pulang ke kampung saya. Apalagi dengan prestasi saya di sana yang selalu bagus menjadi alasan saya untuk bertahan di Jawa,” pungkasnya.

Hingga pada suatu waktu dirinya melintas di depan Universitas Merdeka Malang Oji melihat pengumuman penerimaan mahasiswa baru jurusan perhotelan gelombang ketiga. Segera pria kelahiran mataram, 24 september 1971 itu mencoba untuk masuk ke sana. Meski diakuinya saat itu, dia buta akan dunia perhotelan.

“Saya sama sekali tidak tahu apapun tentang hotel, dna bahkan saya berfikir kalau bisnis hotel itu tidak ada sekolahnya. Namun saya memiliki bekal kemampuan dalam berbahasa inggris sehingga saya yakin lolos di gelombang ke tiga yang menerima mahasiswa hanya sekitar 26 an saja,” jelasnya. Kemampuan bahasa inggris Oji diperoleh dari percakapannya dengan banyak wisatawan yang datang ke lombok serta kerja kerasnya belajar melalui percakapan di televisi.

Mulai dari pemeriksaan fisik hingga bahasa dilakoninya, sampai akhirnya dirinya diterima menjadi mahasiswa D3 jurusan perhotelan selama 3 tahun.

Usai menempuh pendidikan, segera Oji bekerja untuk pertama kali di Surabaya tepatnya di Jaringan Hilton pada tahun 1993 silam. “ Jangan bayangkan apa pekerjaan saya. Meski saya lulusan D3 namun pertama kali saya bekerja saya mulai dari bawah. Mulai dari cuci piring, siapin buah, bersihan meja kerja, sikat lantai, sikat mesin dan kalau boleh dibilang saya bekerja dibagian kebersihan,” kata Oji.

Walau demikian, Oji tidak pernah menyesal dengan apa yang dia alami. Baginya, pengalamannya selama itu justru menjadi bekal bagi dia ketika harus berbicara dengan bawahannya. “ Bagi saya menjadi seorang manager itu harus tahu segala permasalahnya secara detail bahkan sampai ke bagian kebersihan sekalipun. Dan pengalaman saya selama ini membantu saya untuk bisa berbicara dengan bawahan saya dan mengerti apa tugas mereka dengan baik,” jelas pria ramah ini.

Kembali lagi, Setelah 4 tahun bekerja di Surabaya dimana dirinya juga sudah berpindah ke 3 hotel berbeda, akhirnya Oji memutuskan untuk hijrah ke Kota Batam. “ Saya adalah orang yang memiliki prinsip kalau pindah hotel itu juga harus pundah posisi. Jadi kalau mendapatkan tawaran, saya pasti akan meminta untuk naik jabatan ,” paparnya.

Tak lama berada di Batam,Oji merasa kangen akan tanah Jawa. akhirnya dirinya memutuskan kembali dan bekerja di Semarang selama 9 tahun. Mulai dari Hotel Ciputra, Gran Candi , Ibis Semarang dan sebagainya.”Dan karena tuntutan tugas, saya kembali bekerja di luar Jawa. namun kemudian saya memutuskan untuk pulang di tanah kelahiran saya di Lombok. Alasannya, saya ingin membuat bangga keluarga saya, bila saya pulang sudah dengan jabatan sebaga General Manager Hotel,” Jelasnya.

Namun kembali, kecintaanya pada tanah Jawa membuatnya hanya bertahan 7 bulan di Pulau Lombok. Akhirnya dirinya kembali ke Jawa, atau lebih tepatnya ke Semarang di Hotel Aston pada tahun 2015. “ Saat saya berada di Aston Semarang, saya mendapatkan permintaan dari Kantor Pusat untuk mencoba menghandle Hotel di Kota Solo. Padahal saya belum pernah bekerja di sana namun mereka mengatakan challengenya cukup bagus dimana saya akan menghandle 2 hotel dengan kamar yang lebih banyak dibanding di Semarang. Akhirnya saya datang ke kota Solo sebagai General Manager Fave Hotel,“ ujar Oji.

Pertama kali bekerja di Kota Solo, segera Oji mendapatkan kenyamanan di sana. “ Saya suka dengan dinamika kotanya, masyarakatnya, pemerintahannya, dan sektor wisatanya. Saya pikir saya akan lama di Solo. Sebab saya sudah merasa nyaman bekerja disini,” tukas pria yang hobi bermain futsal itu.

Lingkungan hotel itu dinamis
23 tahun sudah Oji bekerja di dunia perhotelan. Tak pernah terlintas dipikirannya perasaan bosan. Baginya bisa berinteraksi dengan berbagai jenis tamu yang datang menjadi kesenangannya.” Kita haru memahami apa yang tamu mau dan kita mencoba mencari apa yang mereka inginkan. Kita juga harus mengimbangi percakapan dengan mereka, karena ada yang bicara meluap luap, ada tipe slow. Dan sebagai seseorang yang bekerja dibisnis ini kita sabar dan cepat mengimbangi mereka,” jelas dia. Selain itu, sebagai orang yang bekerja di bisnis perhotelan selalu dituntut untuk inovatif dengan membuat program menarik, selalu melakukan inovasi dan itulah yang menjadi kesenangannya.

Oji juga bersyukur dengan timnya saat ini. “ Tim saya sekarang banyak yang muda – muda sehingga spirit mereka lebih tinggi dan membuat saya senang untuk berbagi ide, dan motivasi kepada mereka,” komentar nya.

Solo itu….
IMG-20160616-WA0003“Saya melihat kota Solo itu jauh mengalami perkembangan sejak ditangani oleh Pak Jokowi. Sebab dibandingkan sebelumnya, Solo itu jauh dari Semarang dan Jogja pengembangannya. Namun kini justru sudah hampir bisa menyamai kota Semarang. Parameternya ada pada perkembangan kotanya,” paparnya. Oji melihat kondisi pasar memang tidak bisa dibohongi. Apalagi dengan bermunculannya hotel mulai dari melati hingga berbintang menjadi parameter semakin bertumbuhnya kota Solo ini.

Oji membandingkan okupansi hotel 7-8 tahun lalu yang hanya sekitar 40 persen , namun semenjak dipegang Jokowi dan dilanjutkan oleh FX Hadi Rudyatmo mengalami perkembangan yang besar bahkan sampai diatas 50 persen.

Persaingannya antar hotel bagi Oji
Oji memaklumi adanya persaingan antar hotel. Namun pria 3 anak ini masih menilai jika persaingan hotel di Kota solo terbilang sehat. “ Ini dikarenakan kami memiliki asosiasi General Manager yang akan memantau setiap persaingan. Kita juga rutin mengadakan pertemuan untuk membahas segala pengembangan hotel . Ini juga untuk mencegah agar tiap hotel tidak saling memakan bisnis hotel berbintang di bawahnya,” imbuhnya.

Terkait persaingan harga, Oji mengatakan itu tergantung pada pelayanan yang diberikan. “ Harga harus sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Kita bandingkan saja harga Rp 390ribu namun dapat pelayanan ramah dari tiap staf hotel, masuk ke hotel Acnya dingin, liftnya bersih, semua peralatan elektronik di kamar berfungsi dengan baik dan dibandingkan dengan harga serupa atau bahkan lebih murah Rp 350 ribu misalnya namun tidak mendapatkan pelayanan seperti itu. Saya lebih memilih rugi Rp 40 ribu. dan saya melihat jika tamu hotel sekarang juga lebih pintar dalam memilih.” kata Oji memberikan penjelasan.

Dan diakhir pertemuan kami ketika ditanya mengenai impiannya kelak, Oji jutru memiliki mimpi yang berbeda dibandingkan lainnya. Jika biasanya mereka yang sudah tidak bekerja di Hotel akan mencoba bisnis sendiri, Suami dari Mrisih Supanti ini justru berkeinginan untuk hidup sederhana bersama keluarga. “ Impian saya kalau sudah berusia 55 tahun keatas, saya sudah tidak mau lagi bekerja di hotel. Tapi saya berkeinginan untuk duduk santai di rumah, ngurusin cucu. Atau kalau tidak bercocok tanam, dan membuka toko kecil disamping rumah sembari menunggu dengan membaca koran,” tambahnya. – ambar

Data diri:
Oji Fahrurrazi, General Manager fave Hotel
Mataram, 24 september 1971

Pendidikan:
SD Cakranegara
SMP 2 Mataram
SMA 1 Mataram
D3 Perhotelan Unversitas Merdeka Malang

Keluarga:
istri : Mrisih Supanti
Anak :
1. Sekarlistiyaningsih
2. Ditto Suryakusuma
3. Riska Putri Ramadani

Lain-lain:
Hobi : Futsal dan bulutangkis
Makanan kesukaan : Makanan padang dan bakso

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger