Parcel dan Hantaran Lebaran Dulu Dan Kini

PARCEL LEBARAN : Lain isi lain harga. Barang ready stock di Toko Roti Ganep Tambaksegaran (Pusat). Order ke Cabang Ganep di Banyuanyar atau Sukoharjo atau di cabang lainnya juga bisa. ATAU, hubungi Ganep aja di 0271 647559, WA/SMS 0813 2904 1881

JO, Solo – Tradisi hantaran lebaran sudah ada sejak jaman dulu untuk mempererat tali silaturahim. Ketika saya masih kecil, jelang lebaran mbah sibuk didapur membuat nasi lauk dan lepet (ketan dibungkus janur) untuk hantaran.

Di daerah nenek saya, ketupat akan dibuat seminggu setelah lebaran. Jaman dulu hantaran lebaran memang homemade sekali, keluar dari tangan pemberinya yang telah membuat dan mempersiapkannya dengan sepenuh hati.

Sebagai cucu sulung, saya selalu kebagian job sebagai tukang antar. Untuk tetangga sekampung, saya akan mengantarkannya menggunakan baki dan piring-piring. Berat memang. Untuk saudara yang tinggal di luar desa, saya akan mengantarnya menggunakan rantang. Sepeda saya juga ikut beroperasi non stop. Capek deh.

Tapi senangnya akan berbuah angpau di kemudian hari he he he … Nggak seperti anak sekarang ya, kerja kagak tapi tangan langsung tengadah aja minta angpau.

Hantaran lebaran berevolusi, meski masih ada sampai sekarang tapi sebagian besar telah diambil alih oleh parcel. Hantaran dalam bentuk makanan dan lauk masih dilakukan banyak orang tapi hanya diperuntukkan bagi keluarga. Sedangkan untuk teman dan kolega lebih banyak digantikan oleh parcel.

Tetangga bagaimana? Umumnya buat tetangga bersifat insidentil, tidak mengalokasikan hantaran dan waktu khusus, itupun hanya yang rumahnya dekat. Misalnya dalam bentuk hantaran takjil selama Ramadan ganti-gantian..
Pergeseran ini sejalan dengan makin mahalnya berbagai kebutuhan pokok dan perubahan gaya hidup.

Dahulu bahan makanan pokok masih terjangkau untuk dijadikan hantaran ke tetangga-tetangga di kampung. Standar hidup juga tidak terlalu tinggi sehingga hantaran sederhana tidak pernah mengurangi kesan yang ingin disampaikan.

Saat ini orang harus berpikir dua kali untuk membuat hantaran ke tetangga. Karena perhitungan ekonomi tersebut, orang lebih senang mengirimkan parcel ke teman-teman yang benar-benar mereka kenal atau memberikan impak pada hidup mereka selama ini. Jadi tetangga jarang dapet ya heheee….

Saya tidak ingat kapan pertama kali parcel cookies atau kue kering muncul. Yang jelas, setelah kue kering muncul, meja kami jadi sepi dari nasi, lauk dan lepet. Tapi jadi rame toples cookies dong? Nggak juga sih. Jika dulu sekitar beberapa rumah di depan, belakang, kanan dan kiri selalu mengantar makanan ke rumah, tapi sejak saat itu parcel yang datang dari kantor, teman-teman dan kolega. Hantaran tetangga tidak lagi hadir.

Meskipun ngarep dua-duanya (eeeeh), tapi entah ya, rasanya hantaran makanan dari tetangga itu beda banget, ada kehangatan silaturahim yang jauh lebih terasa.
Kemudian parcel berkembang makin jauh dari sentuhan personal ketika mulai muncul teh kopi sirup bahkan minyak sayur didalam keranjang parcel. Kemudian muncul pula peralatan minum (cangkir), peralatan elektronika, bahkan perabotan ke dalam keranjang parcel.

Di Surabaya cukup unik, saya pernah menerima parcel berupa beberapa pak minuman kaleng. Pada hari-hari THR sudah keluar, dimana berarti lebaran sudah deket banget, orang merasa lebih praktis membeli parcel di supermarket karena stok banyak, tidak perlu pesan dan disediakan kemasan kardus khusus yang memudahkan pengantaran.
Ibu-ibu kreatif banyak yang menangkap peluang usaha hantaran dan parcel dengan menerima pesanan untuk lebaran.

Ada saja ide mereka untuk tampil beda tiap tahun. Jenis kue makin hari makin banyak dan cantik-cantik. Kemasan juga terus berubah. Jika dulu mayoritas menggunakan keranjang rotan atau bambu, saat ini ada banyak sekali pilihan. Antara lain bentuk parsel yang disediakan oleh Roti Ganep Solo.

Kotak atau box seperti buatan handicraft juga tak pernah sepi peminat. Bahkan banyak sekali bakery yang menggunakannya sebagai kemasan standar karena lebih rapi dan eksklusif dibandingkan dengan kemasan lain. – yan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger